KabarDermayu.com – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan klaimnya mengenai keunggulan kemampuan kognitifnya. Ia bahkan menyindir kecerdasan mantan Presiden Barack Obama, yang usianya 15 tahun lebih muda darinya.
Klaim ini dilontarkan Trump saat ia berkunjung ke komunitas pensiunan di The Villages, Florida, Amerika Serikat pada hari Jumat lalu. Kunjungan ini menjadi panggung bagi Trump untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah tokoh Partai Demokrat.
Dalam pidatonya, Trump tidak hanya menyinggung Obama, tetapi juga Gubernur California Gavin Newsom, serta mantan Presiden Joe Biden. Ia secara khusus menyoroti pernyataan Gubernur Newsom yang sempat menyindir Trump, menyebutnya tidak bisa membaca dan menulis.
“Kita seharusnya menyuruh dia (Gubernur California) ikut tes kognitif. Saya sudah ikut tiga kali, dan semuanya lulus dengan nilai sempurna,” ujar Trump, mengutip laman Washington Examiner pada Senin, 4 Mei 2026. Ia menambahkan, “Saya satu-satunya presiden yang pernah menjalani tes seperti itu, karena menurut saya Obama tidak akan bisa melewatinya.”
Trump juga mempertanyakan latar belakang pendidikan Obama. Ia menduga Obama tidak akan mampu melewati tes kognitif tersebut, bahkan mempertanyakan kelulusannya di Harvard.
“Bukankah dia masuk Harvard dengan nilai rata-rata C? Saya rasa dia tidak akan lulus. Apalagi Biden… sudahlah,” lanjut Trump, menyiratkan keraguan terhadap kemampuan mereka.
Perlu dicatat, Trump sendiri tercatat sebagai presiden tertua saat dilantik pada tahun lalu. Usianya saat itu adalah 78 tahun 7 bulan, lebih tua dari Joe Biden yang dilantik pada Januari 2020 di usia 78 tahun 2 bulan.
Isu kemampuan kognitif kedua kandidat, Trump dan Biden, memang menjadi sorotan utama dalam kampanye pemilu 2024. Keduanya menghadapi pertanyaan mengenai kesiapan mereka untuk menjalani masa jabatan penuh empat tahun ke depan.
Joe Biden akhirnya memutuskan mundur dari pencalonan setelah penampilannya dalam debat pada Juni 2024 dinilai kurang baik dan memperlihatkan masalah kognitif di hadapan publik. Sementara itu, Barack Obama jauh lebih muda saat menjabat.
Baca juga: Kinerja Impresif MU di Era Carrick: Unggul di Premier League, Amankan Tiket Liga Champions
Obama dilantik pada tahun 2009 di usia 47 tahun, dan meninggalkan Gedung Putih pada tahun 2017 di usia 55 tahun. Jauh berbeda dengan usia Trump saat ini.
Trump sendiri telah berulang kali mengklaim bahwa ia berhasil melewati tes kognitif dengan hasil yang sangat memuaskan. Pada Oktober 2025, ia bahkan pernah menyatakan kepada wartawan bahwa hasil MRI-nya sempurna.
Klaim ini muncul di tengah pertanyaan publik mengenai alasan ia menjalani dua kali pemeriksaan kesehatan tahunan. Trump kerap menekankan hasil tesnya.
“Dokter Gedung Putih melaporkan bahwa saya dalam kondisi ‘SANGAT SEHAT’ dan saya juga ‘LULUS SEMPURNA’ artinya menjawab 100 persen pertanyaan dengan benar untuk ketiga kalinya dalam tes kognitif,” tulis Trump di media sosial pada Januari lalu. Ia menambahkan, “Tidak ada presiden atau wakil presiden sebelumnya yang mau menjalani tes seperti ini.”
Pada April 2025, Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa ia menjawab semua pertanyaan dengan benar dalam tes kognitif yang merupakan bagian dari pemeriksaan kesehatan komprehensif selama empat jam di Walter Reed National Military Medical Center.
Tes tersebut dilakukan oleh dokter pribadinya, Kapten Angkatan Laut Sean Barbabella. “Saya mengikuti tes kognitif, dan yang bisa saya katakan, saya menjawab semuanya dengan benar,” ujar Trump kala itu.
Komentar Trump di Florida ini muncul sehari setelah ia kembali melontarkan kritik terhadap para mantan presiden dari Partai Demokrat melalui platform Truth Social. Ia menyuarakan pandangannya tentang pentingnya pengujian kognitif bagi calon pemimpin.
“Siapa pun yang mencalonkan diri sebagai Presiden atau Wakil Presiden seharusnya diwajibkan mengikuti tes kognitif sebelum ikut pemilu!,” tulis Trump. Ia melanjutkan, “Dengan begitu, kita tidak akan kaget melihat orang seperti Barack ‘Hussein’ Obama atau ‘Sleepy Joe’ Biden bisa terpilih.”





