Dokter Kenamaan Sindir Kondisi Trump Usai Klaim Tes Kognitif Sempurna

oleh -5 Dilihat
Dokter Kenamaan Sindir Kondisi Trump Usai Klaim Tes Kognitif Sempurna

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat membuat pernyataan di media sosial Truth pada akhir April lalu mengenai kecerdasan otaknya. Ia mengklaim telah lulus tes kognitif dengan nilai sempurna, sekaligus menyindir presiden sebelumnya, Barack Obama, dan Joe Biden.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa calon presiden dan wakil presiden seharusnya diwajibkan menjalani tes kognitif sebelum Pemilu. Hal ini menurutnya akan mencegah terpilihnya individu seperti Barack ‘Hussein’ Obama atau ‘Sleepy’ Joe Biden, dan membuat negara menjadi lebih baik.

Trump menambahkan bahwa ia telah mengikuti tes tersebut sebanyak tiga kali selama masa jabatannya sebagai presiden dan selalu lulus sempurna. Ia menyebut pencapaian ini sangat jarang terjadi, bahkan untuk satu kali tes saja menurut para dokter.

Pernyataan Trump ini menarik perhatian Dr. Jonathan Reiner, seorang ahli jantung dan analis medis utama CNN. Reiner menyatakan persetujuannya terhadap usulan tes kognitif bagi calon pemimpin negara.

Ia berpendapat bahwa pemeriksaan medis menyeluruh, termasuk tes kognitif dan psikiatri, memang seharusnya menjadi syarat wajib bagi siapa saja yang mencalonkan diri sebagai presiden. Reiner juga menyarankan agar presiden secara rutin menjalani evaluasi pemeriksaan setiap tahunnya, dengan hasil yang diserahkan kepada Kongres.

Namun, di akhir pernyataannya, Dr. Reiner menyentil bahwa Presiden Trump sudah melewati jadwal pemeriksaan tahunannya. Hal ini ia sampaikan, terutama setelah Trump membuat serangkaian unggahan yang dianggap tidak biasa pada Kamis lalu.

Pernyataan Dr. Reiner tersebut langsung menuai kritik dari pihak Gedung Putih. Juru Bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menuduh Reiner sebagai simpatisan Partai Demokrat yang memberikan pernyataan ‘omong kosong’ demi kepentingan politik.

Baca juga: Ahmad Dhani Gunakan Akun Dewa 19 untuk Klarifikasi Pasca Akun Instagram Hilang

Ingle menegaskan bahwa Presiden Trump adalah sosok yang paling tajam, mudah diakses, dan paling energik dalam sejarah Amerika. Ia menambahkan bahwa profesional medis yang membuat diagnosis sembarangan atau spekulasi demi kepentingan politik telah melanggar Sumpah Hipokrates.

Pemeriksaan kesehatan tahunan terakhir yang dijalani Donald Trump adalah pada 11 April tahun lalu. Dua hari setelahnya, pada 13 April 2025, dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, merilis laporan hasil pemeriksaan tersebut.

Laporan itu mencakup tes diagnostik, pemeriksaan laboratorium, serta konsultasi dengan 14 dokter spesialis. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa tinggi badan Trump adalah 190 cm dengan berat sekitar 101 kilogram.

Dr. Barbabella menyatakan bahwa Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik. Fungsi jantung, paru-paru, saraf, serta kondisi fisik umumnya dilaporkan kuat. Ia juga menunjukkan kesehatan kognitif dan fisik yang sangat baik, serta sepenuhnya mampu menjalankan tugasnya sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Negara.

Beberapa bulan kemudian, pada bulan Juli, Gedung Putih mengungkap bahwa Trump mengalami insufisiensi vena kronis. Kondisi ini umum terjadi ketika pembuluh darah di kaki mengalami kesulitan mengalirkan darah kembali ke jantung.

Selanjutnya, pada bulan Oktober, Trump kembali menjalani pemeriksaan rutin tahunan kedua. Pemeriksaan ini kembali memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya. Kali ini, pemeriksaan tersebut mencakup pencitraan medis lanjutan, tes laboratorium, serta evaluasi kesehatan preventif.

Dr. Barbabella menyatakan pada saat itu bahwa Presiden Trump terus menunjukkan kondisi kesehatan yang sangat baik secara keseluruhan.