Perkuat Industri Teknologi untuk Capai Target Nol Emisi

oleh -6 Dilihat
Perkuat Industri Teknologi untuk Capai Target Nol Emisi

KabarDermayu.com – Pemerintah Indonesia terus mengarahkan kebijakan pengembangan sektor mineral dan energi pada industrialisasi yang didukung teknologi. Langkah ini merupakan upaya krusial untuk mencapai target net zero emission sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herry Permana, mengungkapkan bahwa sektor pertambangan memegang peranan penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa sektor ini memiliki peran vital dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen pada tahun 2029. Hal ini disampaikan dalam forum Indonesia Miner di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026.

Indonesia dinilai memiliki keunggulan sumber daya mineral strategis, seperti nikel, tembaga, dan unsur tanah jarang. Potensi ini dapat dioptimalkan melalui kebijakan hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Pemerintah menempatkan transisi energi dan penguatan industri sebagai prioritas utama. Fokus utamanya adalah mencapai net zero emission melalui percepatan transisi energi, industrialisasi berbasis teknologi, serta penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Berbagai kebijakan telah diimplementasikan untuk mendukung hilirisasi. Salah satunya adalah Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 yang melarang ekspor bahan mentah dan mendorong pengolahan di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif investasi dan terus memperkuat praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Dari sisi investasi, realisasi pada tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp2.000 triliun. Sektor hilirisasi memberikan kontribusi sebesar Rp584 triliun, dengan Rp373 triliun di antaranya berasal dari sektor mineral.

Pada kuartal pertama tahun 2026, realisasi investasi mencapai sekitar Rp500 triliun. Sekitar 30 persen dari angka tersebut merupakan kontribusi dari sektor hilirisasi.

Pemerintah juga aktif memperluas kerja sama internasional guna mendukung pengembangan industri mineral strategis. Herry Permana mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku industri, maupun mitra global, untuk memperkuat kolaborasi.

Ia meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat, pengelolaan mineral strategis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat terwujud demi masa depan bangsa.

Managing Director Indonesia Miner, Dimas Abdillah, menambahkan bahwa forum ini menjadi wadah kolaborasi yang sangat berharga bagi para pelaku industri. Ia mengamati adanya peningkatan partisipasi dan konsistensi dukungan dari perusahaan serta delegasi yang kembali hadir.

Indonesia Miner merupakan forum tahunan yang menjadi platform pertemuan bagi pelaku industri pertambangan, pemerintah, dan mitra global. Forum ini membahas perkembangan dan tantangan industri mineral dari hulu hingga hilir melalui diskusi, pameran, dan kolaborasi lintas sektor.

Acara Indonesia Miner diselenggarakan pada 5–7 Mei 2026 di Jakarta. Forum ini dihadiri oleh lebih dari 1.800 delegasi dari 16 negara.

Baca juga: Mendagri dan Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Lebih dari 60 pembicara dan 46 exhibitor turut serta dalam acara tersebut, memperkaya diskusi dan peluang kolaborasi.