KabarDermayu.com – Fenomena ketimpangan distribusi daging kurban setiap tahun kembali menjadi sorotan. Di satu sisi, kota-kota besar kerap mengalami surplus, sementara di sisi lain, masyarakat di wilayah konflik dan daerah terpencil masih kesulitan mendapatkan akses protein hewani.
Fenomena ini mendorong DT Peduli untuk menghadirkan pendekatan berbeda dalam program kurban tahun 2026. Melalui program Qurban Peduli Negeri (QPN) yang mengusung tema “Qurban Impact”, lembaga tersebut berupaya menggeser pola distribusi kurban agar lebih merata, bahkan hingga lintas negara.
Program ini secara resmi diluncurkan pada April 2026. Tujuannya adalah untuk memperluas manfaat kurban, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah yang tengah dilanda krisis kemanusiaan.
Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa pendekatan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Ia menyatakan bahwa cakupan program kini tidak lagi terbatas secara lokal.
“Kurban tahun ini berbeda. Yang asalnya scope-nya lokal, sekarang akan bergerak ke internasional,” ujar Jajang Nurjaman, Direktur Utama LAZNAS DT Peduli, dalam keterangannya, dikutip Rabu 6 Mei 2026.
Menurutnya, perluasan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat solidaritas umat. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk menjawab kebutuhan global yang semakin kompleks.
“Lokal kita akan kuatkan, nasional kita akan luaskan, dan internasional, kita juga akan masuk ke level tersebut. Ini adalah upaya penguatan peradaban,” tambahnya dengan nada optimis.
Langkah ini bukan tanpa landasan yang kuat. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, program serupa telah berhasil menjangkau ratusan ribu penerima manfaat. Distribusi hewan kurban telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga ke luar negeri, termasuk kawasan Timur Tengah.
Di tahun 2026, jangkauan tersebut ditingkatkan secara signifikan. Distribusi daging kurban direncanakan akan menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu, program ini juga akan menyasar lebih dari 30 negara di berbagai kawasan dunia.
Negara-negara yang mengalami krisis pangan dan konflik menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan ini. Hal ini menunjukkan komitmen DT Peduli untuk memberikan dampak yang lebih luas.
Ketua Pelaksana program, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa konsep “impact” yang diusung bukan sekadar jargon. Ini adalah upaya nyata untuk memastikan manfaat kurban benar-benar dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan.
“Qurban Impact ini bukan hanya sekadar pendistribusian, tapi dengan qurban impact ini bisa memberikan manfaat secara luas, secara global, kemudian kebermanfaatannya lebih luas lagi. Yang awalnya hanya cabang saja ditambah Indonesia timur, namun tahun ini pasti 38 provinsi dan 30 negara. Kita jaga keikhlasan dari awal hingga akhir,” jelas Iwan.
Program ini juga secara spesifik menargetkan kelompok rentan. Termasuk di dalamnya adalah masyarakat di wilayah terpencil, komunitas mualaf, hingga korban konflik yang membutuhkan uluran tangan.
Selain itu, pendekatan distribusi dirancang agar lebih tepat sasaran. Tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan bantuan seperti yang sering terjadi di wilayah perkotaan. Hal ini memastikan setiap daging kurban sampai kepada yang berhak.
Baca juga: Perkuat Sinergi Ormas Islam Sulsel, ICATT Dorong Aksi Nyata Umat
“Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kita. Semoga Allah berikan pertolongan,” tutup Jajang Nurjaman, mengakhiri penjelasannya dengan penuh harapan.





