Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Tingkatkan Produksi Migas

oleh -6 Dilihat
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Tingkatkan Produksi Migas

KabarDermayu.com – Pertamina menjajaki penguatan kerja sama dengan EOG Resources, sebuah perusahaan migas asal Amerika Serikat. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya, dengan tujuan utama mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Pertemuan penting ini dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bersama dengan jajaran pimpinan EOG Resources. Dari pihak EOG Resources, hadir Joe Korenek selaku President EOG International dan Vice President International, serta Jonathan Chung yang menjabat sebagai Director Business Development International.

Fokus utama diskusi adalah mengeksplorasi peluang pengembangan lanjutan dari kerja sama yang sudah berjalan. Secara spesifik, pembahasan meliputi potensi pengembangan reservoir non-konvensional di Indonesia yang dianggap memiliki prospek besar.

Kedua belah pihak secara mendalam membahas potensi penguatan kolaborasi teknologi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas reservoir migas. Penerapan teknologi canggih seperti multi-stage hydraulic fracturing dan horizontal drilling menjadi sorotan.

Selain itu, optimasi desain fraktur, yang merupakan keunggulan EOG Resources, juga dieksplorasi sebagai solusi potensial. Diharapkan teknologi ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi migas.

Oki Muraza menekankan bahwa penguatan kerja sama ini adalah bagian integral dari strategi Pertamina. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan produksi migas nasional secara keseluruhan.

“Pertamina saat ini fokus pada pengembangan lapangan eksisting sekaligus mendorong pengembangan reservoir non-konvensional,” ujar Oki Muraza. Ia menambahkan bahwa perusahaan terus berupaya memperkuat kapabilitas, pengetahuan, dan penguasaan teknologi.

Upaya penguatan ini dilakukan guna mendukung optimalisasi produksi migas secara berkelanjutan. Pernyataan ini dikutip pada Jumat, 8 Mei 2026, menunjukkan komitmen Pertamina terhadap inovasi.

Baca juga: Kaesang: Pembangunan Papua Harus Setara dengan Daerah Lain

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas perkembangan dukungan kebijakan di Indonesia. Kebijakan ini sedang dalam proses untuk mempercepat pengembangan migas non-konvensional. Diharapkan kebijakan ini dapat menciptakan iklim investasi yang lebih menarik.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan operasional bagi implementasi teknologi canggih di lapangan. Hal ini penting untuk menarik investor dan mempercepat proyek.

EOG Resources memiliki rekam jejak yang panjang dan pengalaman luas dalam pengembangan shale dan tight reservoir. Kapabilitas mereka dinilai sangat relevan untuk mendukung upaya peningkatan produksi migas di Indonesia.

Pendekatan berbasis teknologi dan efisiensi operasional yang dimiliki EOG Resources dianggap sebagai kunci keberhasilan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan cadangan migas.

Penjajakan penguatan kerja sama ini merupakan langkah strategis yang sangat penting. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi implementasi teknologi mutakhir dalam pengembangan reservoir non-konvensional. Reservoir jenis ini dikenal memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi.

Melalui kelanjutan kolaborasi ini, Pertamina memiliki harapan besar. Perusahaan berharap dapat mempercepat realisasi potensi sumber daya migas non-konvensional. Sumber daya ini dipandang sebagai salah satu pilar baru untuk peningkatan produksi nasional.

Selain itu, penguatan kerja sama ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan. Ketergantungan pada sumber energi yang stabil dan berkelanjutan menjadi prioritas utama.