KabarDermayu.com – Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, putri sulung dari pasangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, secara resmi telah dilantik dan menyandang gelar dokter. Ia menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta.
Prosesi pengambilan sumpah dokter tersebut diselenggarakan di Jakarta Pusat pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Momen ini menandai pencapaian penting dalam perjalanan akademis dan awal karier Trisha di dunia medis.
Acara kelulusan Trisha ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah kasus hukum yang tengah dihadapi keluarganya. Keberhasilannya menyelesaikan pendidikan kedokteran di tengah situasi tersebut dinilai sebagai sebuah perjuangan yang luar biasa.
Dalam upacara pelantikan tersebut, Trisha didampingi oleh nenek dan adik-adiknya. Kedua orang tuanya, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, tidak dapat hadir secara langsung karena sedang menjalani masa hukuman penjara terkait kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Meskipun tidak didampingi orang tua secara fisik, suasana haru tetap mewarnai momen bahagia tersebut. Ferdy Sambo, dari balik jeruji penjara, mengirimkan sebuah surat khusus yang berisi ucapan selamat dan pesan mendalam untuk putri sulungnya.
Surat tersebut kemudian diunggah oleh Trisha melalui akun Instagram pribadinya, yang sontak menarik perhatian banyak warganet. Isi surat itu pun menjadi perbincangan hangat.
Dalam suratnya, Ferdy Sambo mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan Trisha yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di bidang medis. Ia memberikan nasihat agar Trisha tidak hanya menjadi dokter yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati yang dipenuhi kasih dan ketakutan akan Tuhan.
“Mba Trisoy tercinta, selamat atas pelantikan dan sumpah dokter. Jadilah dokter yang tidak hanya pintar menyembuhkan, tapi juga memiliki hati yang penuh kasih, integritas, dan takut akan Tuhan,” demikian kutipan dari surat Ferdy Sambo yang diunggah Trisha, seperti dikutip pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Baca juga: AS dan Iran Jajaki Perundingan Pekan Depan di Pakistan
Pesan tersebut dianggap memiliki makna yang mendalam, menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi dokter. Ferdy Sambo berharap putrinya kelak dapat menjadi tenaga medis yang tidak hanya fokus pada aspek pengobatan, tetapi juga mampu memberikan ketenangan dan harapan bagi para pasiennya.
“Kiranya langkah pelayanan Mba menjadi berkat bagi banyak orang, membawa harapan bagi yang sakit, dan kemuliaan bagi nama Tuhan,” lanjut Ferdy Sambo dalam suratnya.
Lebih lanjut, Ferdy Sambo juga menyampaikan rasa bangga dari seluruh anggota keluarga atas pencapaian Trisha. Ia berpesan agar putrinya tetap menjaga kerendahan hati meskipun telah berhasil meraih gelar dokter.
“Papa, mama, Mas Brata, Mba Datia, Mas Arkax bangga sama mba. Teruslah rendah hati, kuat, dan setia dalam panggilan mulia ini. ‘Tangan yang terlatih menyembuhkan tubuh, tetapi hati yang tulus memulihkan kehidupan’,” tulis Ferdy Sambo, mengutip sebuah ungkapan.
Kalimat terakhir ini menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh perhatian publik. Banyak yang menilai pesan tersebut mencerminkan harapan seorang ayah agar anaknya menjalani profesi dokter dengan ketulusan dan dedikasi yang tinggi dalam membantu sesama.
Di penghujung suratnya, Ferdy Sambo kembali menyampaikan doa terbaik untuk masa depan Trisha sebagai seorang dokter muda. Ia berharap Trisha dapat mengemban gelar dokternya dengan baik.
“Selamat mengemban gelar dokter, Tuhan memberkati perjalanan dan masa depan Mba. Dan jadilah dokter yang membanggakan keluarga,” tutup Ferdy Sambo dalam suratnya.





