AS dan Iran Jajaki Perundingan Pekan Depan di Pakistan

oleh -2 Dilihat
AS dan Iran Jajaki Perundingan Pekan Depan di Pakistan

KabarDermayu.com – Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi kembali digelar di Islamabad, Pakistan, pada pekan depan.

Laporan ini mengutip sejumlah sumber yang menyebutkan bahwa kedua negara, bersama mediator, sedang berupaya menyusun nota kesepahaman satu halaman yang terdiri dari 14 poin.

Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi kerangka awal untuk negosiasi yang berlangsung selama sebulan, dengan tujuan mengakhiri konflik yang sedang terjadi.

Rancangan kesepahaman itu mencakup agenda pembahasan mengenai program nuklir Iran, upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan pengalihan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran ke negara lain.

Baca juga: Pendaftaran Lomba Epson Internasional Pano 2026 Dibuka di Asia Tenggara

Namun, beberapa isu utama masih belum menemui titik terang dan berpotensi menjadi hambatan dalam perundingan.

Salah satu poin perdebatan yang dilaporkan dapat menghambat negosiasi adalah tingkat pengurangan sanksi yang akan diberlakukan terhadap Iran.

Jika perundingan menunjukkan kemajuan yang signifikan, periode negosiasi awal selama satu bulan tersebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam setelah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Iran.

Konflik ini telah menyebabkan gangguan serius terhadap pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dan gas dunia.

Pada tanggal 8 April, sebuah gencatan senjata berhasil disepakati dengan mediasi dari Pakistan.

Namun, tahap pertama perundingan damai yang diadakan di Islamabad pada 11 April dilaporkan gagal mencapai kesepakatan jangka panjang.

Selanjutnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.

Meskipun demikian, sejak 13 April, AS telah mengambil langkah memblokade lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.