KabarDermayu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan kekecewaannya terkait rencana pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang batal digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Ia mengaku sangat berharap laga tersebut dapat diselenggarakan di Jakarta.
Pertandingan yang seharusnya menjadi momen penting bagi para penggemar sepak bola di ibu kota ini, terpaksa harus dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Keputusan ini diambil atas pertimbangan keamanan di wilayah ibu kota.
Pramono Anung mengungkapkan harapannya secara terbuka bahwa pertandingan tersebut seyogyanya dapat dilaksanakan di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan saat ia berada di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Timur, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Meskipun demikian, ia menyatakan memahami alasan di balik keputusan pemindahan lokasi pertandingan. Sebagai seorang gubernur, ia menerima dan menghargai keputusan yang telah diambil oleh institusi yang berwenang dalam penyelenggaraan pertandingan tersebut.
Pramono Anung juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap memberikan dukungan kepada Persija. Namun, ia menilai bahwa bentuk dukungan tersebut tidak perlu dipublikasikan secara luas kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Persija, meskipun merupakan klub independen, memiliki peran penting sebagai representasi Jakarta. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah tetap menjadi prioritas.
Sebagai seorang pecinta olahraga dan penggemar setia Persija, Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada tim kesayangannya. Ia menekankan bahwa kecintaannya pada Persija sudah ada jauh sebelum ia menjabat sebagai gubernur.
“Karena bagaimanapun kami, saya terutama, sebagai penggemar olahraga. Dan saya menjadi penggemar Persija itu bukan karena saya menjadi gubernur,” ujar Pramono Anung.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jejak digitalnya sejak tahun 2011 sudah menunjukkan dukungannya terhadap Persija. Ia bahkan mempersilakan publik untuk memeriksanya sebagai bukti kecintaannya yang sudah terjalin lama.
Baca juga: Bahlil: Diversifikasi Energi Penting di Tengah Ketidakpastian Global
Pramono Anung menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang penggemar olahraga sejati dan pendukung Persija yang loyal. Keputusan pemindahan pertandingan Persija melawan Persib dari GBK memang menimbulkan kekecewaan pribadi, namun ia tetap mengedepankan pemahaman terhadap alasan keamanan yang mendasarinya.
Dukungan dari Pemprov DKI Jakarta bagi Persija tetap akan diberikan, meskipun tidak perlu menjadi sorotan publik. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perwakilan olahraga kota.
Kecintaan Pramono Anung terhadap Persija bukan sekadar jabatan, melainkan telah tertanam sejak lama. Bukti jejak digital dari tahun 2011 menjadi saksi bisu kesetiaan gubernur terhadap klub kebanggaan ibu kota tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam dunia olahraga, terutama sepak bola, kedekatan emosional antara tokoh publik dengan tim kesayangan dapat menjadi sorotan menarik. Dukungan yang tulus dari seorang gubernur seperti Pramono Anung tentu memberikan semangat tersendiri bagi Persija.
Keputusan pemindahan pertandingan sepak bola merupakan hal yang kompleks, melibatkan berbagai pertimbangan, termasuk keamanan. Meskipun mengecewakan bagi para pendukung yang ingin menyaksikan langsung di stadion kebanggaan, prioritas utama tetaplah keselamatan.
Peran Persija sebagai duta olahraga Jakarta sangatlah penting. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta, dalam bentuk apapun, diharapkan dapat membantu Persija meraih prestasi yang gemilang.
Pernyataan Pramono Anung ini juga menyoroti bagaimana olahraga dapat menjadi perekat sosial dan kebanggaan bagi sebuah kota. Dukungan dari para pemimpin daerah dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan olahraga di wilayahnya.
Sebagai penutup, kekecewaan Pramono Anung atas batalnya laga Persija di GBK ini justru menunjukkan sisi humanisnya sebagai seorang penggemar olahraga. Ia membuktikan bahwa di balik jabatannya, terdapat kecintaan yang mendalam terhadap sepak bola, khususnya Persija.





