Profil dan Perjalanan Karier Komjen RZ Panca Putra Simanjuntak

oleh -5 Dilihat
Profil dan Perjalanan Karier Komjen RZ Panca Putra Simanjuntak

KabarDermayu.com – Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak kini mengemban amanah sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Posisi strategis ini ia sandang setelah mutasi besar-besaran di tubuh Polri pada Mei 2026.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026. Dari 108 perwira tinggi dan menengah yang dirotasi, nama RZ Panca menjadi salah satu yang paling disorot karena promosi di jabatan penting ini.

Pria yang akrab disapa Panca ini bukanlah sosok asing di institusi Polri. Perjalanan kariernya panjang, penuh dinamika, dan tak jarang diwarnai kontroversi.

Karier Panca selama ini identik dengan dunia reserse. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990. Lahir di Balige, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 19 Januari 1969, Panca menghabiskan sebagian besar kariernya di posisi yang berkaitan dengan penanganan kasus kriminal hingga tindak pidana khusus.

Perjalanan kariernya dimulai dari tingkat daerah. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Banyumas, kemudian Kapolres Tegal. Kariernya terus menanjak saat ditempatkan sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jawa Tengah.

Tak berselang lama, Panca dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah. Jabatan ini menjadi salah satu batu loncatan penting yang memperkuat reputasinya sebagai polisi berlatar belakang penyidik.

Namun, kariernya tidak hanya berkutat di lapangan. Antara tahun 2013 hingga 2017, Panca bertugas di lingkungan pendidikan Polri sebagai dosen utama di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Dari sinilah namanya mulai dikenal di tingkat nasional.

Baca juga: Bowo Alpenliebe Kembali Muncul Umumkan Kehamilan Istrinya

Karier Panca semakin cemerlang ketika ditarik ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, mengisi posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Wadirtipidum) Bareskrim Polri. Tak lama kemudian, ia mendapat kepercayaan untuk bergabung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Direktur Penyidikan.

Di KPK, Panca terlibat dalam penanganan sejumlah perkara besar yang menyita perhatian publik. Salah satunya adalah kasus dugaan tindak pidana pencucian uang Tubagus Chairi Wardana, hingga perkara korupsi di PT Garuda Indonesia. Dalam waktu relatif singkat, ia disebut terlibat dalam puluhan operasi tangkap tangan (OTT).

Pada tahun 2020, Panca kembali ke institusi Polri dan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang dua. Saat itu, ia dipercaya menjadi Widyaiswara Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Kariernya terus melesat. Hanya berselang sekitar setahun, ia dipromosikan menjadi Kapolda Sumatera Utara, menggantikan Irjen Martuani Sormin.

Saat memimpin Polda Sumut, Panca menangani sejumlah kasus besar yang menjadi perhatian nasional. Salah satunya adalah kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan sejumlah tersangka, termasuk Terbit dan anaknya.

Meskipun demikian, masa kepemimpinan Panca di Sumatera Utara juga diwarnai kritik keras. Anggota DPR RI Junimart Girsang pernah secara terbuka meminta Kapolri mengevaluasi kinerjanya. Kritik ini muncul setelah sejumlah kasus yang melibatkan oknum polisi di Sumut mencuat ke publik.

Junimart bahkan menyebut Panca lebih terlihat tegas di depan publik namun dinilai lemah dalam penanganan internal. Kritik tersebut menguat setelah kasus penganiayaan yang menyeret anak AKBP Achiruddin Hasibuan baru diproses setelah viral di media sosial.

“Kapolda ini sepertinya hanya terlihat tegas keluar tetapi lembek ke internalnya,” kata Junimart kala itu. Pernyataan tersebut sempat menjadi perhatian luas karena muncul di tengah sorotan publik terhadap citra Polri.

Di sisi lain, Panca juga sempat menjadi pembicaraan setelah secara terbuka meminta dirinya diperiksa terkait dugaan aliran uang judi online, usai penggerebekan lokasi perjudian di Kompleks Cemara Asri, Deli Serdang.

Meskipun diterpa kontroversi, karier Panca tetap melaju. Pada Juli 2023, ia dimutasi menjadi Perwira Tinggi Lemdiklat Polri. Tidak lama berselang, tepatnya 8 September 2023, ia dipercaya menjadi Sekretaris Utama Lemhannas RI, menggantikan Rudy Sufahriadi.

Dua pekan setelah menduduki posisi tersebut, pangkatnya naik menjadi Komisaris Jenderal atau jenderal bintang tiga.

Nama Panca juga sempat masuk dalam bursa calon pimpinan KPK pada tahun 2024. Ia dinyatakan lolos tes tertulis seleksi Capim KPK sebelum akhirnya kembali fokus menjalankan tugas di institusi kepolisian.

Riwayat Pendidikan

  • Akademi Kepolisian (Akpol) – 1990
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) – 1999
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) – 2015

Riwayat Karier

  • Kapolres Banyumas – 2009
  • Kapolres Tegal – 2010
  • Wadirreskrimsus Polda Jawa Tengah – 2011
  • Dirreskrimsus Polda Kalimantan Tengah – 2012
  • Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri – 2013
  • Wadirtipidum Bareskrim Polri – 2017
  • Direktur Penyidikan KPK – 2018
  • Widyaiswara Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri – 2020
  • Kapolda Sulawesi Utara – 2020
  • Kapolda Sumatera Utara – 2021
  • Pati Lemdiklat Polri – 2023
  • Sekretaris Utama Lemhannas RI – 2023
  • Kepala Lemdiklat Polri – 2026