Hiasan Rumah yang Dilarang dalam Islam

oleh -6 Dilihat
Hiasan Rumah yang Dilarang dalam Islam

KabarDermayu.com – Tren dekorasi rumah terus berkembang, terutama di kalangan generasi muda yang ingin menciptakan hunian yang nyaman sekaligus estetik. Berbagai ornamen seperti lukisan, patung mini, hingga kaligrafi modern sering dipilih untuk mempercantik ruangan dan menciptakan suasana yang lebih personal.

Namun, tidak semua jenis hiasan rumah dianggap baik menurut ajaran Islam. Beberapa dekorasi bahkan diyakini dapat mengurangi keberkahan rumah apabila dipasang tanpa memahami batasan yang dianjurkan dalam syariat.

Dalam pandangan Islam, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang yang dijaga kesuciannya. Oleh karena itu, sebagian ulama mengingatkan pentingnya lebih selektif dalam memilih dekorasi agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Berikut adalah sejumlah hiasan rumah yang kerap diperdebatkan dan dianggap tidak dianjurkan dalam Islam:

1. Patung Makhluk Bernyawa

Patung menjadi salah satu dekorasi yang paling sering dibahas dalam ajaran Islam. Banyak ulama menyebut keberadaan patung makhluk hidup di dalam rumah sebaiknya dihindari karena berkaitan dengan larangan menyerupai ciptaan Allah secara utuh.

Selain itu, terdapat hadis yang menyebut malaikat tidak masuk ke rumah yang terdapat patung di dalamnya.

“Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk suatu rumah yang di dalamnya ada patung,” (HR. Bukhari).

Meskipun demikian, sebagian pendapat memberikan pengecualian pada bentuk patung yang tidak sempurna atau tidak menyerupai makhluk hidup secara lengkap.

2. Foto Pajangan di Rumah

Memajang foto keluarga atau potret diri memang sudah menjadi hal umum dalam dekorasi rumah modern. Namun, dalam beberapa pandangan Islam, pajangan foto dianggap perlu dibatasi, terutama jika dipasang secara berlebihan.

Sebagian ulama mengaitkannya dengan larangan membuat gambar makhluk bernyawa yang menyerupai ciptaan Allah.

“Orang yang paling keras azabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, sejumlah orang memilih menyimpan dokumentasi keluarga dalam album atau perangkat digital dibanding menjadikannya pajangan utama di rumah.

Baca juga: Kapolda Riau Peringatkan Ancaman Super El Nino di Acara Lari Terbesar Sumatra

3. Kaligrafi yang Dipasang Sembarangan

Kaligrafi ayat Alquran sering dipakai untuk mempercantik interior rumah bernuansa Islami. Namun, ternyata pemasangannya juga memiliki perhatian tersendiri dalam pandangan agama.

Sebagian ulama menilai ayat suci Alquran harus dijaga kehormatannya dan tidak semata dijadikan dekorasi estetika.

Kaligrafi yang dipasang di tempat tidak layak atau berpotensi terabaikan dikhawatirkan justru mengurangi penghormatan terhadap ayat suci tersebut.

4. Lukisan atau Gambar Makhluk Hidup

Selain foto, lukisan manusia maupun hewan juga sering menjadi perdebatan. Dalam sejumlah hadis, gambar makhluk bernyawa disebut sebaiknya tidak dipajang di dalam rumah.

Larangan ini tidak hanya berlaku untuk gambar manusia, tetapi juga hewan.

“Janganlah engkau biarkan gambar makhluk bernyawa kecuali engkau rusak, dan jangan biarkan ada kuburan yang ditinggikan kecuali engkau ratakan,” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, sebagian orang lebih memilih dekorasi abstrak, motif alam, atau ornamen geometris sebagai alternatif.

5. Peralatan atau Ornamen dari Emas dan Perak

Tak sedikit rumah modern menggunakan ornamen berbahan emas atau perak demi memberi kesan mewah. Namun, dalam Islam, penggunaan alat makan dari bahan tersebut termasuk yang tidak dianjurkan.

“Sesungguhnya orang yang makan dan minum dengan bejana emas dan perak, maka akan gemercik suara api neraka dalam perutnya.” (HR. Muslim).

Larangan ini biasanya dikaitkan dengan sikap berlebihan dan gaya hidup mewah yang dikhawatirkan memicu kesombongan.