Penyelamat Indonesia di China: Satu-satunya Peraih Medali World Climbing Series

oleh -6 Dilihat
Penyelamat Indonesia di China: Satu-satunya Peraih Medali World Climbing Series

KabarDermayu.com – Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil menjadi penyelamat Merah Putih dengan meraih satu-satunya medali bagi kontingen Indonesia di ajang World Climbing Series 2026 di Tiongkok.

Desak Made memastikan posisinya di podium setelah merebut medali perunggu pada nomor speed individu putri. Pertandingan krusial ini berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, waktu setempat.

Atlet asal Bali ini menunjukkan performa yang sangat solid saat berhadapan dengan wakil Polandia, Natalia Kalucka, dalam perebutan posisi ketiga.

Dalam duel yang berlangsung cepat dan penuh ketegangan, Desak berhasil mencatatkan waktu impresif 6,17 detik. Catatan waktu ini terbukti cukup untuk mengungguli Natalia Kalucka yang membukukan waktu 6,39 detik.

Prestasi Desak Made ini menjadi sangat spesial mengingat Indonesia gagal menempatkan wakil lain di podium pada seri Wujiang kali ini. Ia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil membawa pulang medali dari kompetisi di Tiongkok tersebut.

Perjalanan Desak Made menuju podium ternyata tidaklah mudah. Setelah berhasil lolos dari babak kualifikasi, ia langsung dihadapkan pada rekan senegaranya sendiri, Rajiah Sallsabillah, pada babak 16 besar.

Pertandingan antara kedua atlet Indonesia ini berlangsung sangat sengit. Namun, Desak Made menunjukkan konsistensi yang lebih baik dan berhasil memenangkan duel tersebut dengan catatan waktu 6,36 detik, mengungguli Rajiah yang mencatatkan 6,53 detik.

Baca juga: Maskapai Korea Kurangi Ratusan Penerbangan Akibat Lonjakan Biaya Bahan Bakar

Langkah Desak Made berlanjut ke babak perempat final. Di fase ini, ia harus berhadapan dengan wakil dari Amerika Serikat, Isis Rothfork.

Pada pertandingan perempat final, Desak Made kembali membuktikan mental juaranya. Meskipun mencatatkan waktu 7,61 detik, ia tetap berhasil melaju ke babak selanjutnya karena lawannya, Isis Rothfork, mengalami fall dan gagal menyelesaikan lintasan.

Tantangan terberat datang di babak semifinal ketika Desak Made harus berhadapan dengan atlet kuat asal Polandia, Aleksandra Kalucka. Duel ini berlangsung ketat sejak awal, namun Desak Made harus mengakui keunggulan lawannya.

Desak Made mencatatkan waktu 6,33 detik dalam pertandingan semifinal. Sementara itu, Aleksandra Kalucka tampil lebih cepat dengan torehan waktu 6,09 detik. Kekalahan ini membuat Desak Made gagal melaju ke partai final untuk memperebutkan medali emas.

Sementara itu, Aleksandra Kalucka akhirnya keluar sebagai juara setelah berhasil menaklukkan atlet Individual Neutral Athlete (AIN), Elizaveta Ivanova, di partai final.

Status AIN memungkinkan para atlet untuk bertanding tanpa mewakili negara tertentu dan tanpa menggunakan atribut nasional seperti bendera maupun lagu kebangsaan. Mayoritas atlet yang bertanding di bawah status AIN berasal dari Rusia dan Belarus.

Dalam ajang World Climbing Series Wujiang 2026 ini, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan sembilan atlet untuk nomor speed. Rinciannya terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri.