KabarDermayu.com – Rekap berita terpopuler sepanjang Minggu, 10 Mei 2026, menyoroti dua kabar signifikan yang mengguncang dunia sepak bola Indonesia. Persija Jakarta harus menghadapi konsekuensi finansial yang berat akibat ulah suporternya, sementara Timnas Indonesia dihadapkan pada ujian berat di ajang Piala Asia 2027.
Persija Jakarta dijatuhi denda sebesar Rp260 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Denda ini merupakan akumulasi dari berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh suporter klub tersebut dalam beberapa pertandingan.
Sementara itu, Timnas Indonesia dipastikan tergabung dalam grup yang sangat menantang pada undian Piala Asia 2027. Skuad Garuda akan berhadapan dengan raksasa Asia, Jepang, serta juara bertahan Qatar, dan juga Thailand di Grup F.
Selain dua berita utama tersebut, kemenangan Persib Bandung dalam duel klasik melawan Persija dan keberhasilan Garudayaksa FC menjuarai Liga 2 juga menjadi topik yang banyak dibicarakan pembaca.
5. Hasil Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka, John Herdman Langsung Dihadapkan Jepang dan Qatar
Timnas Indonesia dipastikan akan menghadapi ujian yang sangat berat pada ajang Piala Asia 2027. Hasil undian yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu, 10 Mei 2026, menempatkan skuad Garuda di dalam grup yang sangat kompetitif.
Tim asuhan John Herdman ini akan bersaing di Grup F bersama tim kuat Asia, Jepang. Selain itu, mereka juga akan berhadapan dengan juara bertahan Qatar dan rival serumpun, Thailand. Kombinasi lawan ini secara instan memunculkan anggapan bahwa Indonesia berada di ‘grup neraka’ sejak fase penyisihan.
Proses undian resmi ini membagi 24 tim peserta ke dalam enam grup. Penentuan pot unggulan didasarkan pada peringkat FIFA terbaru per April 2026. Posisi Indonesia di pot terbawah membuat mereka berpotensi bertemu tim-tim unggulan sejak awal turnamen.
Situasi ini mengharuskan John Herdman segera merancang strategi yang matang. Jepang dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola terbesar di Asia, dengan pemain yang tersebar di berbagai liga top Eropa. Qatar, sebagai juara bertahan, juga menunjukkan performa yang konsisten dan impresif di kancah Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Thailand pun tidak bisa dianggap remeh. Meskipun berasal dari kawasan Asia Tenggara, mereka memiliki rekam jejak panjang dalam partisipasi di turnamen besar dan seringkali menjadi lawan yang menyulitkan bagi Timnas Indonesia.
Baca selengkapnya
4. Persib Hancurkan Asa Juara Persija, Adam Alis Antar Maung Bandung Menang 2-1
Duel El Clasico Indonesia antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-32 Super League 2025/26 menyajikan drama yang menegangkan. Persib Bandung berhasil meraih kemenangan krusial dengan skor 2-1 atas Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Persija Jakarta sebenarnya sempat menunjukkan performa yang meyakinkan di awal pertandingan. Tim ibu kota berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Alaaeddine Ajarie pada menit ke-19. Gol pembuka ini sempat memberikan tekanan tambahan kepada Persib Bandung, yang datang ke pertandingan ini dengan status pemuncak klasemen.
Namun, ketenangan dan mentalitas Persib Bandung terlihat jelas dalam respons mereka terhadap ketertinggalan. Adam Alis menjadi sosok kunci yang membalikkan keadaan dalam pertandingan sarat gengsi ini. Sang gelandang berusia 32 tahun sukses mencetak dua gol balasan yang krusial, masing-masing pada menit ke-28 dan ke-38.
Gol-gol Adam Alis tidak hanya membalikkan skor, tetapi juga membungkam ribuan pendukung Persija Jakarta yang hadir di stadion. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menurunkan skuat terbaiknya sejak menit awal. Teja Paku Alam dipercaya menjaga gawang, dengan dukungan lini belakang yang solid dari Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Frans Putros, dan Federico Barba.
Di lini tengah, Thom Haye dan Luciano Guaycochea menjadi motor serangan, sementara Adam Alis, Berguinho, Uilliam Barros, dan Andrew Jung mengisi lini depan. Memasuki babak kedua, Persija Jakarta meningkatkan intensitas serangan mereka. Tim Macan Kemayoran mendominasi penguasaan bola dan terus melancarkan serangan ke pertahanan Persib.
Fabio Calonego sempat melepaskan tendangan keras pada menit ke-50, namun bola tersebut masih melebar dari sasaran gawang Persib. Pertandingan ini menegaskan rivalitas sengit antara kedua tim dan menjadi salah satu momen penting dalam perhelatan Super League musim ini.
Baca selengkapnya
3. Garudayaksa FC Juara Championship 2025/2026 usai Tekuk PSS Sleman Lewat Adu Penalti
Garudayaksa FC berhasil mengukuhkan diri sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026. Tim ini sukses menaklukkan PSS Sleman dalam drama adu penalti yang menegangkan dengan skor 4-3 pada laga final yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, pada Sabtu, 9 Mei 2026 malam WIB.
Garudayaksa FC sempat unggul dua gol terlebih dahulu di babak pertama melalui gol yang dicetak oleh Alfin Kelilauw dan Everton Nascimento. Namun, PSS Sleman menunjukkan semangat juang yang tinggi di babak kedua. Mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui dua gol dari Gustavo Tocantins, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Meskipun kedua tim terus berupaya keras untuk mencetak gol kemenangan di babak tambahan waktu, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Adu penalti akhirnya menjadi penentu hasil akhir pertandingan. Garudayaksa FC berhasil keluar sebagai juara setelah memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.
Baca juga: Waspadai Penipuan Berkedok Donasi Anak Yatim Mengatasnamakan KPK
Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian timnya. Namun, ia juga menekankan pentingnya nilai persaudaraan dalam dunia sepak bola, melampaui sekadar kemenangan.
“Sangat gembira bagi kami, tapi ini kami juga buat PSS juga, kita juara bersama. Karena yang utama di dalam sepakbola itu bukan kalah menangnya, tapi kita jadi saudara,” ujar Widodo usai pertandingan, menekankan semangat sportivitas.
Baca selengkapnya
2. PSSI Murka Stadion Dikepung Asap Flare usai Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan kekecewaannya terhadap aksi penyalaan flare oleh suporter setelah laga final Championship Liga 2 2025/2026 antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Pertandingan final tersebut berakhir imbang hingga babak perpanjangan waktu, dan Garudayaksa FC akhirnya keluar sebagai juara melalui adu penalti dengan skor 4-3. Setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah suporter PSS Sleman terlihat menyalakan flare dari berbagai tribun stadion.
Menanggapi insiden tersebut, Yunus Nusi mengimbau kepada para suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi hasil pertandingan, baik dalam situasi kemenangan maupun kekalahan. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Ada reaksi setelah pertandingan, kami juga berharap semoga ini tidak terulang lagi,” kata Yunus Nusi kepada awak media, menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan sportivitas.
Baca selengkapnya
1. Persija Kena Denda Komdis PSSI hingga Rp260 Juta
Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang menerima sanksi denda terbesar dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sepanjang bulan April 2026. Total denda yang harus dibayarkan oleh Macan Kemayoran mencapai Rp260 juta akibat berbagai pelanggaran yang terjadi selama beberapa pertandingan BRI Super League 2025/2026.
Sebagian besar denda yang dijatuhkan kepada Persija Jakarta berasal dari tindakan suporter mereka di stadion. Pelanggaran tersebut meliputi penyalaan flare dan petasan, pelemparan botol air minum, serta kehadiran suporter tandang dalam pertandingan away.
Denda terbesar diterima Persija Jakarta saat mereka bertanding melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada tanggal 5 April 2026. Dalam laga tersebut, suporter Persija kedapatan menyalakan flare dan petasan di Tribun Utara serta Tribun Selatan.
Akibat insiden tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp120 juta kepada Persija Jakarta. Tidak hanya itu, pada pertandingan yang sama, Persija kembali dikenai sanksi denda sebesar Rp25 juta karena adanya suporter tandang yang hadir di stadion.
Baca selengkapnya
Pengakuan Jujur Pelatih Thailand soal Segrup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, menilai bahwa Timnas Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Hal ini ia sampaikan menjelang duel di Grup F Piala Asia 2027, di mana Thailand akan bersaing dengan Indonesia, Jepang, dan Qatar.
Menurut Hudson, perkembangan Timnas Indonesia patut diwaspadai. Ia mengakui bahwa skuad Garuda telah menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan, menjadikan mereka sebagai lawan yang patut diperhitungkan dalam grup tersebut.
Pernyataan ini menunjukkan adanya pengakuan dari pelatih tim rival mengenai kemajuan yang ditorehkan oleh sepak bola Indonesia di kancah internasional. Perkembangan ini tentu menjadi kabar baik bagi para penggemar sepak bola nasional.





