Panglima Militer Iran Beri Jaminan Ini ke Mojtaba Khamenei, Pertanda Perang dengan AS Memanas?

oleh -6 Dilihat
Panglima Militer Iran Beri Jaminan Ini ke Mojtaba Khamenei, Pertanda Perang dengan AS Memanas?

KabarDermayu.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang kondisinya dilaporkan membaik, mengadakan pertemuan penting dengan petinggi militer Iran pada Minggu, 10 Mei waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyampaikan komitmen kuat angkatan bersenjata Iran.

Abdollahi berjanji bahwa militer Iran siap menghadapi segala bentuk ‘kesalahan strategis’ maupun agresi yang mungkin dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini menegaskan kesiapan Iran dalam menghadapi potensi ancaman dari kedua negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu waktu setempat, Abdollahi menguraikan tingkat kesiapan yang tinggi di kalangan militer Iran. Kesiapan ini mencakup aspek moral, pertahanan, kemampuan ofensif, serta perencanaan strategis yang matang. Selain itu, perlengkapan dan persenjataan juga dipastikan siap digunakan untuk menghadapi setiap tindakan dari AS dan Israel.

“Jika musuh melakukan ‘kesalahan strategis’, agresi atau invasi maka pasukan Iran akan merespon dengan cepat, keras dan penuh kekuatan,” demikian bunyi pernyataan resmi Mayjen Ali Abdollahi, seperti dikutip dari laman presstv.ir pada Senin, 11 Mei 2026.

Lebih lanjut, Abdollahi menegaskan kepada Khamenei bahwa angkatan bersenjata Iran akan senantiasa membela cita-cita Revolusi Islam. Dengan kepatuhan penuh terhadap perintah pemimpin tertinggi, militer Iran bertekad menjaga tanah air, kedaulatan negara, kepentingan nasional, serta rakyat Iran hingga akhir.

Dalam pertemuan tersebut, Ayatollah Khamenei memberikan apresiasi atas kesiapan angkatan bersenjata Iran. Beliau juga mengeluarkan arahan baru yang menekankan pentingnya melanjutkan langkah-langkah tegas dalam menghadapi musuh. Arahan ini dikeluarkan setelah Iran menjalani periode konflik yang disebut sebagai perang selama 40 hari melawan AS dan Israel.

Konflik yang dilancarkan Iran, yang mereka sebut sebagai agresi tanpa provokasi dari AS dan Israel, dimulai pada 28 Februari lalu. Serangan ini memicu serangkaian pemboman terhadap infrastruktur militer dan sipil Iran. Menurut pihak Teheran, serangan tersebut bertujuan untuk menjatuhkan Republik Islam Iran.

Tujuan tersebut diduga muncul setelah terjadinya kerusuhan internal yang melibatkan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan kekuatan asing. Kelompok-kelompok ini dilaporkan melakukan serangan terhadap aparat keamanan dan petugas layanan publik di Iran.

Perang yang awalnya diperkirakan hanya berlangsung singkat, bahkan hingga keruntuhan Republik Islam Iran, justru berlanjut selama 41 hari. Selama periode yang intens tersebut, Iran melancarkan serangan balasan berskala besar. Serangan ini melibatkan penggunaan drone dan rudal yang diarahkan ke sejumlah target milik Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: TVS Motor Siap Luncurkan Skuter Listrik Maxi di Indonesia

Pada akhirnya, kedua belah pihak mengumumkan gencatan senjata sepihak. Gencatan senjata ini, menurut laporan, masih berlaku hingga saat ini, menandai jeda dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari sebulan.