Mojtaba Khamenei Beri Instruksi Penting untuk Militer Iran

oleh -7 Dilihat
Mojtaba Khamenei Beri Instruksi Penting untuk Militer Iran

KabarDermayu.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan telah pulih sepenuhnya dari luka yang dideritanya. Luka tersebut diderita saat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Setelah dinyatakan pulih, Mojtaba Khamenei langsung mengeluarkan instruksi penting kepada jajaran militer Iran. Instruksi ini berkaitan dengan upaya menghadapi dan mencegah ancaman dari musuh negara.

Menurut laporan dari stasiun televisi SNN, instruksi tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan. Pertemuan itu dihadiri oleh Komandan Markas Pusat Khatam al Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi.

Dalam pertemuan tersebut, Mojtaba Khamenei menekankan pentingnya melakukan perlawanan yang tegas terhadap musuh-musuh Iran. Hal ini dilaporkan oleh laman TSS pada Senin, 11 Mei 2026.

Ali Abdollahi sendiri turut menegaskan komitmen penuh angkatan bersenjata Iran. Ia menyatakan bahwa seluruh personel militer sepenuhnya loyal kepada Khamenei. Mereka siap sedia untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional Iran.

Kondisi Terkini Mojtaba Khamenei

Pada Jumat waktu Iran, Kepala Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mazaher Hosseini, memberikan kabar mengenai kondisi Mojtaba Khamenei. Ia mengabarkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran tersebut dalam keadaan sehat.

Pihak protokol kantor Pemimpin Tertinggi Iran juga memberikan klarifikasi mengenai luka yang dialami Mojtaba Khamenei. Luka tersebut diderita dalam serangan yang terjadi pada akhir Februari lalu.

Disebutkan bahwa Mojtaba Khamenei hanya mengalami luka ringan akibat serangan tersebut. Berdasarkan laporan Iran Internasional English, cedera yang dialami mencakup tempurung lutut, punggung bagian bawah, dan area belakang telinga.

Baca juga: Bekali Mahasiswa UNJANI dengan Kemampuan Komunikasi Efektif Melalui Kuliah Tamu Psikologi

Hosseini menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa Khamenei tidak berada di lokasi utama yang menjadi sasaran serangan. Rumah beliau yang diserang, dan sang istri dilaporkan tewas di lokasi.

Saat serangan terjadi, Khamenei sedang menuju lokasi. Ia berada di tangga ketika sebuah rudal menghantam area tersebut. Ledakan yang terjadi membuatnya terjatuh.

“Syukurlah, beliau dalam kondisi sehat. Musuh menyebarkan berbagai rumor dan klaim palsu,” ujar Hosseini kepada para pendukung, seperti dikutip dari Times of India.

Ia menambahkan, musuh ingin melihat dan menemukan beliau, namun masyarakat diminta bersabar dan tidak terburu-buru. Khamenei akan berbicara kepada publik pada waktu yang tepat.

Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Kemudian, pada 7 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Gencatan senjata ini disebutnya bersifat “dua arah”.

Selanjutnya, pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat menggelar beberapa putaran pembicaraan. Pembicaraan ini dilaksanakan di Islamabad, ibu kota Pakistan.

Namun, menurut keterangan dari Teheran maupun Washington, kedua pihak belum berhasil mencapai kesepakatan jangka panjang. Terdapat banyak perbedaan pendapat yang menghalangi tercapainya perdamaian.

Pada 21 April, Donald Trump mengumumkan rencana untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Meskipun demikian, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran tidak berniat mengakui perpanjangan gencatan senjata sepihak ini.

Iran akan tetap mengambil langkah-langkah sesuai dengan kepentingan nasional negara tersebut. Hal ini menunjukkan sikap independen Iran dalam menghadapi situasi internasional.