IRGC Gelar Latihan Militer di Tehran, Apa Tujuannya?

oleh -6 Dilihat
IRGC Gelar Latihan Militer di Tehran, Apa Tujuannya?

KabarDermayu.com – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) wilayah Tehran Besar menggelar latihan militer besar-besaran di ibu kota Iran.

Manuver militer ini berfokus pada peningkatan kesiapan tempur pasukan Iran dalam menghadapi berbagai skenario pertempuran di medan yang berbeda.

Latihan yang diselenggarakan oleh Divisi Mohammad Rasulullah IRGC ini dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei waktu setempat, sebagaimana dikonfirmasi oleh komandan divisi, Jenderal Hassan Hassanzadeh.

Selain sebagai ajang persiapan menghadapi ancaman eksternal, latihan ini juga didedikasikan untuk mengenang pemimpin Revolusi Islam Iran yang telah wafat, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

“Seluruh skenario yang telah disiapkan sebelumnya, termasuk taktik dan teknik tim maupun individu untuk menghadapi musuh di berbagai wilayah, telah dipraktikkan dan dievaluasi,” ujar Hassanzadeh, mengutip laporan dari laman presstv.ir.

Ia menambahkan bahwa latihan tersebut berhasil mencapai sasaran utama, yaitu mengasah kemampuan tempur pasukan Iran untuk menghadapi segala bentuk agresi dari musuh, yang diidentifikasi sebagai rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat.

Pasukan bersenjata Iran dilaporkan terus mempertahankan status siaga tinggi, meskipun gencatan senjata yang rapuh, yang dimediasi oleh Pakistan pada awal April, masih berlaku.

Baca juga: Kedatangan Kembali Megawati Hangestri Buat Heboh Korea Selatan

Sejak perang agresi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, yang diklaim menyebabkan tewasnya Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan kerusakan pada infrastruktur sipil, pasukan Iran dilaporkan telah melancarkan setidaknya 100 gelombang serangan balasan dalam kerangka Operasi True Promise 4.

Angkatan Darat dan IRGC juga dikabarkan telah berhasil mengintegrasikan sistem pertahanan udara, pasukan laut, dan pasukan darat mereka.

Iran dilaporkan terus memperbarui daftar target serta memproduksi persenjataan baru, bahkan selama periode gencatan senjata berlangsung.

Saat ini, Angkatan Laut IRGC dan Angkatan Laut Iran secara bersama-sama mengendalikan Selat Hormuz, sebuah jalur perairan strategis yang vital.

Para pejabat Iran secara berulang kali menuduh Amerika Serikat terus menerapkan blokade laut ilegal terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Teheran juga menegaskan kesiapannya untuk menghadapi perang jangka panjang apabila gencatan senjata yang ada saat ini tidak dapat dipertahankan.

KabarDermayu.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari, ditandai dengan serangan udara gabungan oleh AS dan Israel yang menyebabkan kerusakan signifikan dan korban sipil.