KabarDermayu.com – Momen pernikahan El Rumi baru-baru ini kembali menjadi sorotan publik, bukan hanya karena kebahagiaan keluarga, tetapi juga karena kembali memanasnya perseteruan lama antara kedua orang tuanya, Ahmad Dhani dan Maia Estianty.
Konflik ini mencuat kembali setelah Ahmad Dhani mengunggah sesuatu di media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, ia terekam mendampingi putrinya, Shafeea Ahmad, saat prosesi siraman.
Suasana haru menyelimuti saat Shafeea terlihat menangis dan berusaha ditenangkan oleh pelukan hangat sang ayah. Momen yang awalnya dianggap sebagai gambaran kedekatan keluarga ini justru memicu perdebatan baru.
Ahmad Dhani menyuarakan kekecewaannya atas situasi yang terjadi. Ia menilai bahwa acara sakral yang seharusnya menjadi momen silaturahmi keluarga justru diwarnai dengan ungkitan masa lalu.
Hal ini merujuk pada pernyataan Maia Estianty dalam prosesi tersebut yang menyinggung masa lalunya bersama anak-anak mereka. “Yang membingungkan, sudah 20 tahun, drama sinetron itu masih saja dilakukan di siraman yang harusnya menjadi ajang silaturahmi,” ujar Dhani dalam unggahannya di akun Instagram @ahmaddhaniofficial pada Kamis, 30 April 2026.
Tidak berhenti pada kritik tersebut, Ahmad Dhani kembali mengungkit isu lama yang pernah menjadi perbincangan hangat di masa lalu. Ia menyinggung dugaan perselingkuhan yang menurutnya terjadi dalam rumah tangganya dengan Maia Estianty.
Bahkan, ia menyebutkan keterlibatan seorang petinggi stasiun televisi dalam polemik rumah tangganya tersebut, sebuah tudingan yang pernah ia lontarkan sebelumnya.
Ahmad Dhani mengklaim memiliki bukti atas tuduhan tersebut, yang disebutnya telah diakui secara tertulis. Pernyataan ini kembali menarik perhatian publik, mengingat isu serupa pernah menghebohkan bertahun-tahun lalu.
“Wanita itu ditalak tiga oleh suaminya karena perselingkuhannya dengan pemilik TV swasta dan perbuatannya itu sudah diakui secara tertulis dan ditandatangani,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ahmad Dhani menyoroti banyaknya narasi yang beredar di masyarakat yang menurutnya tidak sepenuhnya didasarkan pada fakta hukum. Ia berpendapat bahwa sebagian cerita yang dipercaya publik lebih mirip dramatisasi tanpa dasar putusan pengadilan yang jelas.
“Sudah 20 tahun berlangsung, beberapa narasi itu hanya dipercaya oleh para penggemar sinetron dan drama Korea. Tetapi tidak dipercaya oleh Mahkamah Agung,” tulisnya lagi.
Menurut pandangannya, putusan hukum di masa lalu hanya menetapkan perceraian semata, tanpa mengabulkan tuntutan lain, termasuk terkait hak asuh anak. Hal ini, menurutnya, menjadi alasan mengapa ia merasa perlu kembali memberikan klarifikasi atas berbagai cerita yang telah beredar luas.
Di akhir pernyataannya, Ahmad Dhani menyampaikan pesan yang menyentuh kepada putrinya. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga serta menghargai sosok orang tua yang selalu mengutamakan kebersamaan.
“Bersyukurlah kamu punya bunda yang menomorsatukan keluarga, tidak membabi buta mencari materi, dan tidak pernah meninggalkan rumah meskipun ada masalah sebesar apa pun,” tulisnya.
Baca juga di sini: Skuad Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Asia U-17
Hingga berita ini diturunkan, pernyataan tersebut masih menjadi topik perbincangan hangat di kalangan publik. Banyak pihak menilai bahwa kembalinya konflik lama di tengah momen bahagia keluarga justru menambah dinamika tersendiri dalam hubungan kedua figur publik tersebut.





