Alasan Nanik S Deyang Berobat ke Luar Negeri, Bukan karena Meragukan Dokter Indonesia

oleh -1 Dilihat
Alasan Nanik S Deyang Berobat ke Luar Negeri, Bukan karena Meragukan Dokter Indonesia

KabarDermayu.com – Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) demi memprioritaskan pemulihan kondisi kesehatannya.

Keputusan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan telah mendapatkan persetujuan. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Kamis, 23 Juli 2026, Nanik menjelaskan bahwa ia harus meninggalkan posisinya karena alasan medis yang mengharuskannya menjalani pengobatan jantung ke luar negeri.

Dalam pesannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden karena tidak dapat melanjutkan tugas negara. Nanik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo merespons pengunduran diri tersebut dengan penuh empati dan keprihatinan terhadap kondisinya.

Alasan Berobat ke Luar Negeri

Terkait keputusannya untuk melakukan perawatan medis di luar negeri, Nanik memberikan klarifikasi penting. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah bentuk ketidakpercayaan terhadap kualitas tenaga medis maupun dokter di Indonesia.

Keputusan ini diambil murni untuk mencari pendapat medis kedua atau second opinion, menyusul adanya rekomendasi dari rekan terdekat mengenai lokasi pengobatan tersebut.

Kini, Nanik mengaku sedang fokus sepenuhnya pada proses penyembuhan. Ia juga mengungkapkan bahwa anggota keluarganya, yakni Kim dan Ade Ara, kini berperan aktif sebagai pengawas kesehatan yang memastikan dirinya disiplin dalam menjaga pola makan, mengelola stres, serta rutin berolahraga.

Pencapaian Selama Menjabat di BGN

Meski masa jabatannya tergolong singkat, Nanik mengklaim telah berhasil meletakkan fondasi yang kuat untuk keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah strategis yang telah ia lakukan adalah merombak jajaran pejabat eselon I.

Ia melibatkan tenaga profesional dari berbagai instansi untuk memperkuat struktur organisasi, di antaranya:

  • Kementerian Kesehatan
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
  • Kementerian Keuangan
  • Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
  • Kejaksaan

Selain penataan struktur, Nanik menyebutkan bahwa pihaknya telah membentuk 11 tim khusus untuk melakukan reformasi menyeluruh di lingkungan BGN. Salah satu fokus utama tim tersebut adalah melakukan refocusing atau peninjauan ulang terhadap sasaran penerima manfaat Program MBG.

Menurutnya, Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar program ini lebih diprioritaskan kepada kelompok yang sangat membutuhkan, yaitu:

  • Balita, Ibu Menyusui, dan Ibu Hamil (3B)
  • Siswa tingkat SD dan SMP
  • Siswa di seluruh jenjang pendidikan yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)

Tidak hanya itu, BGN juga telah membentuk tim evaluasi untuk meninjau operasional 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berjalan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap unit yang beroperasi telah memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

Tim lain juga dibentuk untuk menangani kendala logistik di wilayah 3T yang akses transportasinya masih terbatas, serta tim khusus yang bertugas merancang efisiensi program secara keseluruhan. Dengan adanya langkah-langkah tersebut, Nanik berharap fondasi yang telah dibangun dapat mempermudah kelanjutan program MBG di masa depan.