DPR Minta Pengganti Nanik S Deyang Berani Evaluasi Program MBG

oleh -2 Dilihat
DPR Minta Pengganti Nanik S Deyang Berani Evaluasi Program MBG

KabarDermayu.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menanggapi langkah pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran diri tersebut diketahui berkaitan dengan kondisi kesehatan yang mengharuskan Nanik menjalani perawatan intensif.

Dalam pernyataannya pada Rabu, 22 Juli 2026, Charles menyampaikan rasa hormat atas keputusan yang diambil oleh Nanik. Ia turut mendoakan agar proses pengobatan yang dijalani oleh mantan pimpinan BGN tersebut berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan.

Meski menghormati keputusan tersebut, Charles memberikan catatan penting bagi sosok yang nantinya akan menggantikan posisi Nanik. Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini harus menjadi momentum krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Charles menekankan bahwa pemimpin baru BGN harus memiliki keberanian untuk melakukan perbaikan tata kelola. Hal ini dinilai sangat penting agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat berjalan dengan lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kemampuan fiskal negara.

“Siapa pun yang akan memimpin BGN ke depannya, ia harus berani melakukan evaluasi dan merancang ulang program agar lebih akuntabel, aman, serta efektif dalam penggunaannya,” ujar Charles kepada awak media.

Lebih lanjut, Charles menyoroti bahwa suksesi pimpinan di BGN tidak boleh hanya dipandang sebagai rotasi jabatan biasa. Menurutnya, ini adalah kesempatan bagi lembaga tersebut untuk memperbaiki sistem kerja agar manfaat dari program MBG dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Komisi IX DPR RI, kata Charles, akan terus menjalankan fungsi pengawasan ketat terhadap tata kelola program MBG. Pihaknya ingin memastikan bahwa setiap perubahan yang terjadi di BGN benar-benar membawa dampak positif bagi efektivitas program tersebut di lapangan.

Sebelumnya, Nanik S Deyang telah menyampaikan permohonan pamit kepada Presiden Prabowo Subianto. Nanik harus mundur dari jabatannya karena kondisi kesehatan, khususnya terkait penyakit jantung yang dideritanya.

Melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu, 22 Juli 2026, Nanik memberikan sinyal bahwa sosok penggantinya merupakan orang yang sudah lama bekerja bersamanya. Ia menyebut calon penggantinya sebagai sosok yang dianggap sebagai “adik” sendiri.

“Insyaallah pengganti saya adalah sosok yang saya kenal baik, seseorang yang bisa saya beri teguran jika nantinya ditemukan hal-hal yang menyimpang dalam pelaksanaan tugas,” tulis Nanik dalam unggahannya.

Nanik juga menceritakan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui pengunduran dirinya setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Meski tidak lagi menjabat sebagai kepala lembaga, Presiden tetap meminta Nanik untuk terus memberikan kontribusi berupa pengawasan terhadap jalannya program-program di Badan Gizi Nasional.

Permintaan dari Presiden tersebut menjadi indikasi kuat bahwa peran Nanik dalam mengawal program MBG tidak sepenuhnya berakhir. Ia masih akan terlibat dalam memantau jalannya program sebagai bentuk pengabdian, meskipun kini ia harus fokus memulihkan kesehatannya terlebih dahulu.

Pergantian ini terjadi di tengah upaya pemerintah memperkuat struktur BGN. Sebelumnya, BGN juga telah melantik lima pejabat tinggi baru untuk memperkuat aspek pengawasan hingga distribusi program MBG, menunjukkan komitmen pemerintah dalam membenahi tata kelola lembaga tersebut agar semakin profesional dan transparan.