KabarDermayu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa. Langkah ini diambil untuk membekali generasi muda dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak di era digital yang terus berkembang.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan hal ini dalam sebuah kuliah umum yang diselenggarakan di Unpad. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BTN dan Unpad mengenai Pemanfaatan dan Pelayanan Produk serta Jasa Perbankan. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara industri perbankan dan institusi pendidikan.
Nixon mengakui bahwa mahasiswa saat ini memiliki kesadaran finansial yang baik, namun masih dihadapkan pada tantangan dalam membangun fondasi keuangan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ekonomi dan pengambilan keputusan finansial yang tepat bagi generasi muda.
“Banyak Gen Z yang sudah sadar finansial, tetapi tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi dan mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujar Nixon di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Fenomena gaya hidup seperti *doom spending*, *fear of missing out* (FOMO), *fear of other people’s opinions* (FOPO), hingga *you only live once* (YOLO) perlu diimbangi dengan pemahaman finansial yang kuat. Selain itu, generasi muda juga diingatkan untuk mewaspadai risiko aktivitas negatif seperti judi daring yang dapat merusak kesehatan finansial.
Nixon menjelaskan bahwa salah satu kunci pengelolaan keuangan adalah memahami perbedaan antara utang yang produktif dan utang konsumtif. Menurutnya, utang yang tepat dapat membantu seseorang membangun aset dan meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang.
“Utang harus dihitung dengan cermat. Utang yang benar adalah ketika setelah lunas kita merasa lebih kaya karena memiliki aset yang nilainya meningkat. Jangan sampai mengambil utang untuk sesuatu yang habis sebentar, tetapi kewajibannya berjalan panjang. Misalnya utang untuk liburan satu minggu tapi cicilannya 5 tahun,” tegas Nixon.
Ia mencontohkan kepemilikan rumah sebagai keputusan finansial jangka panjang yang strategis. Persiapan kepemilikan rumah sejak dini sangat penting mengingat kebutuhan hunian yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kenaikan harga aset.
“Inflasi pasti akan terjadi. Karena itu generasi muda perlu mulai merencanakan masa depan finansialnya, termasuk memiliki aset yang nilainya terus naik seperti rumah,” imbuhnya.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, BTN terus bertransformasi menuju konsep *beyond mortgage*. Bank ini berupaya menghadirkan layanan finansial yang lebih lengkap bagi masyarakat, mulai dari produk tabungan, transaksi digital melalui aplikasi *balé by BTN*, hingga pembiayaan perumahan.
Nixon menambahkan bahwa perkembangan digitalisasi telah mengubah lanskap industri perbankan, membuatnya semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Bank kini tidak lagi hanya sebagai penyedia layanan, tetapi turut membangun ekosistem yang lebih luas.
“Dulu bank berada di belakang, sekarang bank ikut membangun ekosistem. Ke depan sektor keuangan dan sektor riil akan semakin menyatu karena digitalisasi,” ungkap Nixon.
Melalui kerja sama dengan Unpad, BTN juga berupaya memperkuat pengembangan ekosistem kampus. Hal ini mencakup pemanfaatan layanan perbankan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan pendidikan dan riset.
Lebih lanjut, BTN membuka kesempatan bagi mahasiswa Unpad untuk mendapatkan pengalaman industri melalui program magang. Selain itu, terdapat pula peluang untuk bergabung sebagai talenta BTN, termasuk melalui program *Officer Development Program* (ODP).
“Kampus adalah salah satu ekosistem penting yang menunjang ekonomi bangsa. Hubungan antara kampus dan bank harus saling memberikan manfaat. BTN siap mendukung mulai dari layanan finansial, perumahan karyawan maupun dosen, magang, rekrutmen, hingga pengembangan pendidikan,” jelas Nixon.
Menanggapi hal ini, Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyatakan bahwa kerja sama dengan BTN merupakan upaya memperkuat hubungan antara dunia akademis dan praktis. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri.
“Kerja sama ini untuk mendukung apa yang bisa kami sumbangkan bagi dunia praktis. Bersama BTN, kolaborasi dilakukan mulai dari dukungan fasilitas, magang, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia,” ujar Arief.
Ke depannya, BTN berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk membangun generasi muda yang memiliki kemampuan finansial yang kuat dan siap menghadapi tuntutan industri masa depan.





