KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto mengemukakan bahwa penerimaan negara sebesar Rp10,27 triliun, yang berasal dari denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara, dapat dialokasikan untuk merenovasi sekitar 5.000 fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh Indonesia.
Dalam sebuah acara penyerahan hasil penertiban di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Rabu, Prabowo menyampaikan bahwa ia telah menerima laporan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Laporan tersebut menyebutkan bahwa kurang lebih 10.000 Puskesmas di Indonesia belum pernah mendapatkan perbaikan selama kurang lebih 30 tahun terakhir.
Perkiraan biaya renovasi untuk satu unit Puskesmas adalah sekitar Rp2 miliar. Dengan demikian, total anggaran yang dibutuhkan untuk merenovasi 10.000 Puskesmas diperkirakan mencapai Rp20 triliun.
Baca juga: OJK Jelaskan Tak Hanya Saham Indonesia yang Dikeluarkan dari Indeks MSCI
Prabowo menjelaskan bahwa penerimaan negara sebesar Rp10 triliun yang telah terkumpul saat ini dapat digunakan untuk menyelesaikan renovasi setengah dari jumlah Puskesmas tersebut, yaitu sekitar 5.000 unit. “Saya bilang kau butuh uang berapa untuk perbaiki 10 ribu? Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar. Jadi, kita butuh kurang lebih Rp20 triliun. Sebenarnya hari ini artinya kita bisa selesaikan 5 ribu puskesmas Rp10 triliun,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden juga mengungkapkan bahwa pada bulan berikutnya, negara diproyeksikan akan menerima tambahan penerimaan sebesar Rp10 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Selain itu, akan ada tambahan sebesar Rp39 triliun dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Jika tambahan penerimaan negara ini terealisasi, maka seluruh Puskesmas yang membutuhkan perbaikan dapat ditangani. Prabowo juga menekankan bahwa dana tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk Puskesmas, tetapi juga untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang kondisinya belum memadai.
“Kalau bulan depan benar yang masuk Rp10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti Rp49 triliun, berarti semua puskesmas dengan mudah kita perbaiki, sekolah-sekolah yang belum diperbaiki bisa segera kita perbaiki,” terangnya.
Prabowo menambahkan bahwa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun lalu, pemerintah telah berhasil memperbaiki sebanyak 17.000 sekolah. Untuk tahun ini, sedang dalam proses perbaikan 70.000 sekolah, dan target perbaikan 100.000 sekolah ditetapkan untuk tahun depan, serta 100.000 sekolah lagi di tahun berikutnya.
“Di APBN tahun lalu, kita sudah perbaiki 17 ribu sekolah. Tahun ini, sedang kita perbaiki 70 ribu sekolah, tahun depan kita akan perbaiki 100 ribu, tahun depan lagi 100 ribu dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki semuanya,” tutur Prabowo.
Ia menegaskan bahwa perbaikan ini dilakukan menggunakan dana yang berhasil diselamatkan, yang jika tidak ditertibkan, berpotensi hilang akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. “Kita perbaiki dengan uang yang kalau tidak kita selamatkan dan uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling dan perampok tersebut,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penyelamatan kekayaan negara. Pihak-pihak tersebut meliputi Satgas PKH, Kejaksaan, Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta PPATK.





