KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas dugaan penyalahgunaan anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pengadaan benih pertanian berkualitas.
Anggaran besar telah disiapkan oleh pemerintah demi memastikan para petani mendapatkan benih unggul yang dapat meningkatkan kualitas produksi pangan nasional. Namun, hasil pemantauan yang dilakukan bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, justru menemukan indikasi penggunaan benih berkualitas rendah.
Baca juga: BI Luncurkan GPIPS untuk Jaga Ketahanan Pangan dan Keuangan Nasional
“Saya sedih kadang-kadang. Saya monitor, Menteri Pertanian keliling, uang yang kita sudah alokasikan kita sudah gelontorkan untuk benih-benih yang bagus, mungkin si petugas mengira tidak akan diperiksa, dicari benih yang tidak bagus. Ini dosa-dosa kemanusiaan,” ujar Prabowo saat memberikan pidato penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Rabu.
Prabowo menekankan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif biasa. Ia menganggapnya sebagai persoalan moral yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan bangsa.
Alasannya jelas, penggunaan benih berkualitas rendah akan berujung pada penurunan hasil panen. Hal ini tentu saja akan menyulitkan tercapainya tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian. “Kalau benih tidak bagus, hasil tanaman tidak bagus. Bagaimana kita mau sejahtera,” tegas Prabowo.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak ragu mengambil langkah tegas. Langkah ini diperlukan demi menegakkan disiplin dan memastikan bahwa anggaran negara benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
“Jadi memang, kondisi seperti itu kalau kita mau menegakkan kebenaran, kadang-kadang kita harus keras, keras dalam menegakkan disiplin,” pungkas Presiden Prabowo.





