Gedung Putih: Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka

oleh -4 Dilihat
Gedung Putih: Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah mencapai kesepakatan penting mengenai Selat Hormuz. Keduanya sepakat bahwa jalur laut strategis ini harus tetap terbuka demi kelancaran pasokan energi global.

Pernyataan ini disampaikan oleh Gedung Putih pada Kamis, setelah pertemuan puncak antara kedua pemimpin di Beijing. Laporan dari NBC News yang mengutip Gedung Putih, mengindikasikan bahwa diskusi utama antara Trump dan Xi berfokus pada isu Iran dan situasi di Selat Hormuz, sementara topik Taiwan tidak dibahas secara mendalam.

Gedung Putih melaporkan bahwa Xi Jinping menekankan penolakan China terhadap segala bentuk militerisasi di Selat Hormuz. Selain itu, China juga menentang upaya untuk membebankan biaya kepada kapal-kapal yang melintasi jalur vital tersebut.

Lebih lanjut, Xi Jinping menyatakan ketertarikan China untuk meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat. Langkah ini dipandang sebagai upaya China untuk mengurangi ketergantungannya pada pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz di masa mendatang.

Kedua negara juga menyepakati satu poin krusial terkait Iran, yaitu bahwa negara tersebut tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kesepakatan ini menunjukkan adanya titik temu dalam upaya menjaga stabilitas regional dan global.

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Trump dan Xi juga membahas berbagai cara untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara. Ini mencakup upaya perluasan akses pasar bagi perusahaan-perusahaan Amerika di China, serta peningkatan investasi dari pihak China di sektor industri Amerika Serikat.

Selain isu ekonomi, kedua pemimpin juga menyoroti pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke Amerika Serikat. Peningkatan pembelian produk pertanian Amerika oleh China juga menjadi salah satu poin kesepakatan yang dibahas.

Di sisi lain, kantor berita pemerintah China, Xinhua News Agency, melaporkan pandangan Xi Jinping. Xi mengingatkan bahwa hubungan bilateral antara China dan AS dapat berujung pada bentrokan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan hati-hati dan bijaksana.

Xi juga menegaskan kembali prinsip hubungan ekonomi antara China dan AS yang bersifat saling menguntungkan. Menurutnya, kerja sama ekonomi yang solid dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak.

Baca juga: Pupuk Indonesia Tembus Pasar Australia, Harga untuk Petani Lokal Turun 20 Persen

Berdasarkan laporan Xinhua, kedua negara sepakat untuk membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif. Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi hubungan strategis antara China dan AS dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.