Heboh Nameset Jersey Timnas Indonesia Mengelupas, Kelme Buka Suara

oleh -1 Dilihat
Heboh Nameset Jersey Timnas Indonesia Mengelupas, Kelme Buka Suara

KabarDermayu.com – Polemik mengenai nameset jersey Timnas Indonesia yang mengelupas saat ajang FIFA Series 2026 lalu masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet di media sosial.

Insiden ini menjadi sorotan publik ketika tulisan nama dan nomor punggung pemain seperti Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny terlihat lepas dari jersey di tengah pertandingan.

Menanggapi hal tersebut, CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, akhirnya angkat bicara. Ia menekankan bahwa dari segi teknologi dan bahan, nameset yang digunakan oleh para pemain sebenarnya telah memenuhi standar profesional.

Bahkan, material yang dipakai untuk nameset pemain berbeda dengan yang biasa digunakan pada jersey pada umumnya. Kevin menjelaskan bahwa nameset pemain menggunakan material silikon, bukan vinyl atau rubber seperti yang lazim ditemui.

“Ketika kami meluncurkan nameset memang sudah direncanakan dipakai untuk pemain. Jadi teknologi dan bahan sudah disesuaikan. Secara material lebih lentur dan fleksibel untuk pemain,” ujar Kevin.

Namun, setelah dilakukan investigasi internal oleh Kelme, ditemukan bahwa masalah utama bukan berasal dari bahan nameset itu sendiri, melainkan dari proses pemasangan atau pressing.

Kevin merinci bahwa ada tiga faktor krusial yang menentukan kesempurnaan menempelnya nameset: material jersey, material nameset, dan proses pressing.

“Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series akhir Maret. Persoalannya ada di proses pressing,” jelasnya lebih lanjut.

Kelme mengungkapkan bahwa proses penempelan nameset ternyata sangat bergantung pada berbagai elemen, mulai dari jenis mesin press yang digunakan, keahlian operator, hingga penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan.

Perusahaan apparel asal Spanyol ini sebelumnya telah menetapkan standar pemasangan dengan suhu 160 derajat Celsius selama 15 detik. Namun, ada satu aspek penting yang luput dari perhatian mereka.

“Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dengan mesin lainnya perlu perlakuan berbeda. Kami memohon maaf atas hal ini,” tutur Kevin dalam keterangannya.

Kelme memilih untuk bersikap terbuka mengenai kesalahan yang terjadi dan berjanji akan melakukan evaluasi mendalam agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Ke depannya, selain memberikan pendampingan, Kevin juga menyatakan bahwa pihaknya akan kembali mengadakan pelatihan bagi para operator pemasangan nama pemain serta kitman dari Timnas Indonesia. Pelatihan ini akan mencakup teknik perawatan jersey yang benar.

“Selain itu, bisa jadi perlu double pressing karena itu juga yang kami dapat dari Garuda Store ketika di Garuda Store ternyata mereka melakukan double pressing dari dalam dan luar. Nah itu yang membuat jadi benar-benar nempelnya optimal,” imbuhnya.

Baca juga: Andre Taulany Buka Suara Soal Polemik Mantan Istri: Pentingnya Tabayyun, Hindari Drama

Kevin menambahkan, jika ada pelanggan yang ingin memberikan masukan, kritik, atau saran terkait produk mereka, dapat langsung menghubungi Kelme melalui alamat email [email protected].