KabarDermayu.com – Tragedi memilukan melanda masyarakat di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, setelah peristiwa kebakaran hebat meluluhlantakkan kawasan pasar setempat pada Senin, 7 September dini hari. Musibah yang terjadi sekitar pukul 00.25 WIT tersebut tidak hanya menghanguskan puluhan bangunan, tetapi juga merenggut 11 nyawa yang terjebak di tengah kobaran api.
Sebagai langkah penanganan pasca-bencana, tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Papua Tengah telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim ahli tersebut tiba di Enarotali pada Selasa untuk segera melakukan identifikasi terhadap seluruh jenazah yang ditemukan di lokasi kebakaran.
Kepala Polres Paniai, AKBP Royke Betaubun, mengonfirmasi bahwa proses identifikasi dilakukan secara intensif di RSUD Paniai. Selain tim DVI, pihak kepolisian juga menerjunkan tim laboratorium forensik untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kehadiran tim forensik ini sangat krusial guna mengungkap penyebab pasti munculnya api yang menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 miliar tersebut.
Berdasarkan data resmi yang dirilis pihak kepolisian, ke-11 korban tewas terdiri dari lima orang dewasa dan enam anak-anak. Berikut adalah rincian Identitas para korban yang telah terdata:
- Korban Dewasa: Najamuddin (70), Hasyim (30), Risma Falma (28), Wandi (36), dan Herlina (30).
- Korban Anak-anak: Arsi (9), Icha (6), Al Yusuf (2), Aska (9), Abie (6), dan Adit (5).
Dalam skala kerusakan, kebakaran ini tergolong cukup masif karena menghanguskan sekitar 40 bangunan di area pasar. Kondisi bangunan yang umumnya bersifat padat dan mudah terbakar diduga menjadi faktor cepatnya api menjalar ke seluruh kawasan dalam waktu singkat.
Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah kebakaran ini dipicu oleh kelalaian atau adanya unsur kesengajaan dari pihak tertentu.
Terkait indikasi penyebab kebakaran, pihak Polres Paniai saat ini tengah menindaklanjuti keterangan dari sejumlah saksi di lapangan. Terdapat informasi yang menyebutkan bahwa sempat terlihat dua orang berada di depan salah satu rumah sesaat sebelum api mulai membesar dan melahap bangunan sekitar.
Penyidik terus mendalami keterangan tersebut guna mencocokkan dengan temuan di lapangan serta hasil analisis laboratorium forensik. Pihak berwenang berharap proses investigasi ini dapat segera memberikan titik terang bagi keluarga korban dan masyarakat setempat mengenai penyebab musibah yang menyisakan duka mendalam bagi warga Paniai ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana kebakaran di area padat penduduk atau kawasan pasar. Pihak pemerintah daerah dan kepolisian setempat terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan korban serta pemulihan situasi pasca-kebakaran dapat berjalan dengan lancar.





