IHSG Anjlok, Analis Ungkap Dua Pemicu Utama

oleh -6 Dilihat
IHSG Anjlok, Analis Ungkap Dua Pemicu Utama

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 2,85 persen atau 204,92 poin pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Indeks acuan pasar saham Indonesia ini pun harus rela turun ke level 6.969,39.

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG dipicu oleh dua sentimen utama yang menekan pergerakan pasar. Sentimen pertama adalah koreksi yang terjadi di bursa saham global. Hal ini dipicu oleh kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen kedua yang turut memberikan tekanan adalah adanya usulan penerapan royalti untuk beberapa komoditas logam. Komoditas yang dimaksud meliputi nikel, tembaga, emas, perak, dan timah. Potensi penerapan royalti ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Sepanjang sesi perdagangan hari Jumat, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yaitu antara 6.969 hingga 7.187. Volume transaksi harian tercatat mencapai Rp 53,78 miliar. Total aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh para investor mencapai 2,76 juta transaksi.

Baca juga: Cak Imin Minta LPSK Lindungi Korban Pencabulan di Ponpes Pati

Sektor bahan baku menjadi sektor yang mengalami pelemahan paling dalam pada hari itu, anjlok sebesar 7,80 persen. Sektor transportasi juga mencatatkan penurunan drastis sebesar 5,72 persen, diikuti oleh sektor energi yang melemah 4,59 persen.

Di tengah mayoritas sektor yang mengalami koreksi, sektor kesehatan justru menjadi satu-satunya sektor yang berhasil mencatatkan kinerja positif. Sektor ini mampu membukukan penguatan sebesar 0,70 persen.

Analis Phintraco Sekuritas juga memaparkan agenda ekonomi yang akan dirilis pada pekan depan. Dijadwalkan akan ada pengumuman indeks keyakinan konsumen, data retail sales, dan penjualan sepeda motor. Selain itu, investor juga akan menantikan pengumuman rebalancing MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026.

Meskipun secara keseluruhan IHSG mengalami pelemahan, terdapat beberapa emiten yang berhasil membukukan penguatan harga. Berikut adalah tiga saham dengan lonjakan harga tertinggi (top gainers) di jajaran saham unggulan (LQ45):

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Saham MAPI menunjukkan performa impresif dengan melonjak dua digit sebesar 12,36 persen atau 160 poin. Saham ini ditutup pada level harga 1.455.

PT Indosat Tbk (ISAT)

Saham ISAT juga mencatatkan peningkatan yang solid sebesar 4,19 persen atau 90 poin. Saham ini berakhir di posisi 2.240.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Saham KLBF melambung sebesar 2,22 persen atau 20 poin. Saham ini ditutup pada level 920.