Iran-AS Perundingan Damai Dinamis, ESDM Amankan Energi Alternatif

oleh -2 Dilihat
Iran-AS Perundingan Damai Dinamis, ESDM Amankan Energi Alternatif

KabarDermayu.com – Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya mengamankan sumber energi domestik. Hal ini dilakukan di tengah ketidakpastian perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih berlangsung dinamis.

Anggia menyatakan bahwa, terlepas dari dinamika situasi di Timur Tengah, pemerintah wajib memastikan ketersediaan sumber energi nasional. Pernyataan ini merespons proses perundingan yang memakan waktu antara Iran dan AS di Swiss.

Meskipun perundingan tersebut memberikan sinyal positif untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah dan berpotensi menstabilkan harga minyak dunia, Anggia menekankan bahwa hubungan antara Iran dan AS masih sangat dinamis.

Oleh karena itu, Indonesia perlu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

“Optimistis harus, namun langkah antisipatif juga harus dilakukan,” ujar Anggia, menekankan pentingnya keseimbangan antara harapan dan kesiapan.

Lebih lanjut, Anggia kembali menjelaskan mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Ia mengingatkan bahwa harga BBM jenis ini secara otomatis mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Peraturan tersebut mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum, baik bensin maupun solar, yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pengisian bahan bakar nelayan.

“Jadi, kalau terjadi fluktuasi, baik itu naik atau turun, harga BBM nonsubsidi tentu juga akan menyesuaikan, baik itu naik atau turun. Di mana formula harga BBM itu menggunakan rata-rata harga pasar 1 bulan terakhir,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, pada Senin, 22 Juni 2026, menyatakan bahwa perundingan antara Iran dan AS di Swiss tidak terpengaruh oleh ancaman yang dilontarkan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap Iran.

Pembicaraan teknis antara delegasi Iran dan AS, yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar, dilaporkan berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, pada Minggu, 21 Juni 2026.

Namun, pada hari yang sama, Donald Trump sempat melontarkan peringatan melalui unggahan di platform Truth Social. Ia mengancam akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak memaksa sekutunya di Lebanon untuk menghentikan “menimbulkan masalah”.

Menanggapi hal tersebut, media melaporkan bahwa delegasi Iran sempat meninggalkan ruangan perundingan akibat pernyataan Trump. Mereka menyatakan tidak akan kembali ke meja perundingan kecuali Trump menyampaikan permintaan maaf.