KabarDermayu.com – Iran telah menyampaikan tanggapan resminya atas proposal terbaru dari Amerika Serikat terkait upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri agresi AS dan Israel.
Laporan dari kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Minggu 10 Mei waktu setempat, menyebutkan bahwa proposal tersebut telah diserahkan kepada Pakistan yang bertindak sebagai mediator antara kedua negara.
Dalam tanggapannya, Iran menekankan bahwa negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat seharusnya hanya berfokus pada upaya mengakhiri perang. Isu-isu lain, termasuk perselisihan mengenai program nuklir Iran, diminta untuk dibahas pada tahap selanjutnya dalam perundingan.
Baca juga: 6 Shio Paling Beruntung di Hari Senin 11 Mei 2026
Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa Teheran akan memberikan jawaban final terhadap proposal AS setelah melakukan pembahasan dan kajian yang mendalam.
Proposal terbaru dari Washington sendiri muncul sebagai respons atas rencana 14 poin yang diajukan oleh Iran untuk menghentikan sepenuhnya perang agresi AS-Israel.
Balasan terbaru dari Iran disebut berfokus pada penghentian agresi di seluruh wilayah, termasuk serangan Israel ke Lebanon. Selain itu, Iran juga menuntut jaminan keamanan jalur pelayaran di Teluk Persia.
Iran dan Amerika Serikat diketahui telah menggelar negosiasi intensif pada 11-12 April di Islamabad, Pakistan. Perundingan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Pakistan berhasil memediasi gencatan senjata untuk menghentikan agresi AS-Israel terhadap Iran yang telah dimulai sejak akhir Februari.
Namun, pejabat Iran menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut gagal mencapai kesepakatan karena tuntutan Amerika Serikat dianggap terlalu maksimal.
Salah satu poin paling krusial dalam negosiasi saat ini adalah pemulihan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur strategis di Teluk Persia yang berada di bawah kendali Iran sejak awal konflik pecah.
Iran memberi sinyal kesiapan untuk membuka kembali Selat Hormuz apabila agresi benar-benar dihentikan secara permanen. Selain itu, Iran juga mensyaratkan Amerika Serikat untuk mencabut sanksi dan blokade yang telah dijatuhkan terhadap Iran.
Pemerintah di Teheran juga menegaskan bahwa tahap awal perundingan harus difokuskan pada isu pelayaran dan pencabutan sanksi. Hal ini dilakukan sambil membuka kemungkinan untuk membahas program nuklir Iran pada tahap negosiasi berikutnya dengan Amerika Serikat.





