KabarDermayu.com – Iran dilaporkan telah mengirimkan tanggapannya atas usulan perdamaian Amerika Serikat melalui Pakistan. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan pada Minggu, 11 Mei 2026, bahwa Iran telah menyerahkan responsnya kepada mediator Pakistan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tanggapan Republik Islam Iran terhadap usulan terbaru AS untuk mengakhiri perang telah disampaikan kepada Pakistan. Pada tahap ini, fokus negosiasi adalah pada pengakhiran konflik di kawasan tersebut. Namun, rincian mengenai isi tanggapan Iran tidak diungkapkan lebih lanjut.
Sebelumnya, media Amerika Serikat, Axios, pada Rabu, 6 Mei 2026, memberitakan adanya keyakinan di kalangan pejabat Washington bahwa kesepakatan damai dengan Iran hampir tercapai. Namun, para pemimpin di Teheran menyatakan bahwa usulan tersebut memuat klausul yang tidak dapat diterima.
Baca juga: Ammar Zoni Dipindah ke Nusakambangan, Pengacara Ungkap Status Berisiko Tinggi
Laporan Axios menyebutkan bahwa kesepakatan yang diusulkan berupa nota kesepahaman satu halaman dengan 14 poin. Poin-poin tersebut mencakup penghentian pertempuran, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pembatasan program nuklir Iran. Informasi ini diperoleh dari pejabat pemerintah yang diberi penjelasan mengenai hal tersebut.
Sumber-sumber lain mengungkapkan bahwa perundingan masih berlanjut terkait durasi penghentian pengayaan uranium oleh Teheran. Jangka waktu yang dibahas berkisar minimal 12 tahun, dengan kemungkinan kompromi selama 15 tahun, menurut salah satu sumber.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa kedua belah pihak bekerja sama dengan mediator, dan diskusi ini kemungkinan akan dimulai di Pakistan pada pekan depan. Presiden AS saat itu, Trump, pada Rabu menyatakan kepada wartawan bahwa telah terjadi pembicaraan yang sangat baik dalam 24 jam terakhir. Ia menambahkan, “Besar kemungkinan kami akan mencapai kesepakatan.”





