KabarDermayu.com – Federasi sepak bola internasional, FIFA, dijadwalkan mengadakan pertemuan penting dengan perwakilan Iran. Pertemuan ini krusial untuk memastikan status partisipasi Iran dalam ajang Piala Dunia mendatang.
Meski telah berhasil lolos kualifikasi, kehadiran Iran di Piala Dunia masih diselimuti ketidakpastian. Situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari lalu, menjadi akar masalahnya.
Intensitas komunikasi antara FIFA, Iran, dan pemerintah Amerika Serikat terus berlangsung. Iran dijadwalkan untuk memainkan seluruh pertandingan fase grupnya di Amerika Serikat. Lawan-lawan mereka di fase grup adalah Selandia Baru, Mesir, dan Belgia.
Sebelumnya, Iran sempat mengajukan permintaan untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Meksiko. Namun, permintaan tersebut telah ditolak oleh FIFA.
Baca juga di sini: 140 Atlet Berlaga di Turnamen Padel Jakarta HKBP Series
Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah memberikan pernyataan yang meyakinkan bahwa Iran akan tetap tampil di turnamen tersebut. Ia menekankan pentingnya persatuan dan menyatukan semua pihak.
Pernyataan Infantino ini mendapatkan tanggapan positif dari Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Trump menyatakan persetujuannya jika Infantino yang mengatakan demikian, bahkan memuji Infantino sebagai sosok yang luar biasa.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Iran menjadi juara, Trump merespons dengan santai. Ia menyatakan bahwa hal tersebut akan dipikirkan nanti jika memang terjadi.
Trump kemudian menambahkan, “Ya sudah, biarkan mereka bermain. Gianni itu hebat, dia teman saya. Dia yang membicarakan ini, saya bilang, ‘lakukan saja sesukamu.’ Mau mereka ikut atau tidak juga terserah. Tapi sepertinya mereka punya tim yang bagus. Memang bagus ya timnya?”
Di sisi lain, dinamika permasalahan ini semakin kompleks dengan absennya perwakilan Iran dalam Kongres FIFA yang dihadiri oleh 211 negara anggota.
Media di Iran melaporkan bahwa Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, sempat mengalami penolakan masuk di perbatasan. Hal ini diduga terkait dengan keterkaitannya dengan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), yang masuk dalam daftar organisasi terlarang di Kanada.
Meskipun demikian, Iran tetap berencana untuk mengirimkan delegasi ke markas FIFA di Swiss pada bulan Mei. Tujuannya adalah untuk membahas dan memastikan kembali status partisipasi mereka dalam turnamen Piala Dunia.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, telah menetapkan batas waktu hingga 20 Mei untuk pelaksanaan pertemuan tersebut. Mehdi Taj mengonfirmasi, “Posisi kami, dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan FIFA.”
Piala Dunia sendiri dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 11 Juni. Pertandingan pembuka turnamen tersebut akan mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan.





