Kakek 70 Tahun Alami Trauma Usai Percobaan Penculikan di PIK, Polisi Sebut Pelaku Bertindak Tanpa Senjata

oleh -5 Dilihat
Kakek 70 Tahun Alami Trauma Usai Percobaan Penculikan di PIK, Polisi Sebut Pelaku Bertindak Tanpa Senjata

KabarDermayu.com – Sebuah insiden yang mengkhawatirkan terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, di mana seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 70 tahun nyaris menjadi korban penculikan. Korban, yang berinisial GH, dilaporkan mengalami luka lecet dan trauma ringan setelah berusaha melawan pelaku yang mencoba memaksanya masuk ke dalam mobil.

Meskipun mengalami kejadian yang menegangkan, korban berhasil menyelamatkan diri. Perlawanan gigih dari lansia tersebut membuat pelaku panik dan akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, luka lecet yang dialami korban merupakan akibat dari insiden terjatuh saat bergulat dengan pelaku. Luka tersebut tidak tergolong serius.

“Luka lecet saja karena pas jatuh saat bergelut,” ujar Sampson kepada awak media pada Minggu, 14 Juni 2026.

Korban Mengalami Trauma Pasca Kejadian

Selain luka fisik ringan, polisi juga mengungkapkan bahwa korban mengalami dampak psikologis akibat peristiwa yang dialaminya. Namun, tingkat trauma yang dirasakan korban disebut tidak terlalu berat.

Sampson menambahkan bahwa kondisi korban saat ini stabil dan telah memberikan keterangan lengkap kepada penyidik mengenai kronologi kejadian tersebut.

“Trauma ada tapi tidak terlalu,” tuturnya.

Peristiwa yang menimpa GH ini menarik perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian beredar luas di media sosial. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait tingkat keamanan di lingkungan permukiman.

Polisi Pastikan Pelaku Tidak Membawa Senjata

Dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung, polisi mengonfirmasi bahwa pelaku tidak menggunakan senjata tajam maupun senjata api saat melancarkan aksinya. Berdasarkan keterangan korban dan hasil pemeriksaan awal, pelaku hanya mengandalkan kekuatan fisiknya untuk mencoba menyeret korban ke dalam kendaraan.

“Tidak ada sajam atau senpi. Hanya tangan kosong,” tegas Sampson.

Meskipun beraksi tanpa senjata, tindakan pelaku tetap menimbulkan ketakutan yang signifikan. Hal ini dikarenakan aksi tersebut dilakukan secara tiba-tiba saat korban sedang menikmati rutinitas olahraga pagi sendirian di sekitar area tempat tinggalnya.

Bermula Saat Korban Sedang Olahraga Pagi

Insiden dugaan percobaan penculikan ini terjadi pada bulan Mei 2026, sekitar pukul 06.55 WIB, di kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Berdasarkan keterangan awal dari hasil penyelidikan, korban saat itu sedang berjalan kaki untuk melakukan olahraga pagi, sebuah kegiatan rutin yang biasa dilakukannya.

Namun, situasi berubah drastis ketika sebuah mobil terlihat mengikuti pergerakan korban. Tak lama kemudian, seorang pria turun dari kendaraan tersebut dan langsung menghampiri korban.

Menurut keterangan polisi, pelaku kemudian berusaha menarik tubuh korban dan memaksanya untuk masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan.

“Pelaku mencoba menarik korban untuk memaksa masuk ke dalam mobil. Korban melakukan perlawanan sehingga pelaku tidak berhasil melakukan penculikan tersebut,” jelas Sampson.

Sempat Bergulat Hingga Terjatuh ke Jalan

Rekaman kamera CCTV yang berhasil menangkap momen kejadian menunjukkan adanya perlawanan sengit dari pihak korban. Meskipun telah berusia 70 tahun, GH menunjukkan keberanian luar biasa dan tidak menyerah begitu saja saat berusaha dibawa secara paksa.

Dalam rekaman tersebut, korban dan pelaku terlihat sempat terlibat dalam pergulatan fisik di tengah jalan. Tarik-menarik yang terjadi menyebabkan keduanya terjatuh ke aspal.

Situasi inilah yang menyebabkan korban mengalami luka lecet. Namun, keberanian korban untuk terus melawan justru menjadi faktor krusial yang menggagalkan upaya pelaku.

Selain berusaha mempertahankan diri, korban juga berteriak keras meminta pertolongan dari warga di sekitarnya.

Teriakan Korban Bikin Pelaku Panik

Polisi menduga bahwa teriakan korban yang meminta pertolongan menjadi salah satu alasan utama pelaku gagal melanjutkan aksinya. Ketika korban terus melawan dan bersuara, pelaku terlihat menunjukkan kepanikan dan memutuskan untuk meninggalkan lokasi kejadian.

“Korban dan pelaku sempat bergelut hingga jatuh. Karena korban melawan dan berteriak, pelaku terlihat ketakutan lalu meninggalkan lokasi,” terang Sampson.

Pelaku akhirnya memilih untuk kabur sebelum berhasil memasukkan korban ke dalam mobil. Sementara itu, korban berhasil selamat meskipun mengalami luka ringan dan trauma akibat kejadian yang baru saja dialaminya.

Korban Tidak Mengenal Pelaku

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, korban menyatakan bahwa ia tidak mengenali pelaku yang berusaha membawanya secara paksa. Korban juga dilaporkan tidak memiliki masalah pribadi dengan pihak lain yang dapat memicu motif di balik kejadian ini.

Polisi menjelaskan bahwa GH berprofesi sebagai karyawan swasta dan selama ini tidak pernah terlibat dalam konflik dengan siapa pun.

Oleh karena itu, tim penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif sebenarnya di balik dugaan percobaan penculikan ini. Kasus ini kini berada di bawah penanganan Polsek Metro Penjaringan, yang mengandalkan rekaman CCTV serta keterangan saksi untuk mengidentifikasi pelaku dan memahami tujuan di balik aksinya terhadap korban lansia tersebut.