KabarDermayu.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, layanan kurban online mengalami peningkatan penggunaan di kalangan masyarakat. Kemudahan bertransaksi melalui aplikasi dan berbagai lembaga digital membuat banyak orang memilih cara yang praktis untuk menunaikan ibadah kurban, tanpa perlu datang langsung untuk membeli hewan.
Namun, di tengah semakin populernya tren kurban online, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan keabsahan cara tersebut menurut syariat Islam. Banyak pula yang merasa bingung mengenai mekanisme akad hingga proses penyaluran hewan kurban agar sesuai dengan aturan agama.
Pendakwah ternama, Buya Yahya, memberikan penjelasan bahwa kurban melalui aplikasi atau platform digital pada dasarnya diperbolehkan dan dinilai sah, asalkan seluruh prosesnya dilaksanakan dengan benar.
“Kurban melalui aplikasi atau mengikuti seruan-seruan yang selama ini ada di media-media itu bisa dan sah. Akan tetapi yang perlu dipahamkan adalah caranya,” ujar Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya pada Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Buya Yahya, aspek terpenting dalam pelaksanaan kurban online adalah adanya akad atau kesepakatan yang jelas antara pihak yang berkurban dengan lembaga penyalur. Dalam praktiknya, ini berarti seseorang menitipkan dana kepada lembaga tertentu untuk dibelikan hewan kurban sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
“Harus ada akad yang kita buat, membuat sebuah kesepakatan. Jadi kita menitipkan uang ke tempat tersebut. Kemudian dari lembaga tersebut membelikan kambing atau sesuai dengan kesepakatan kita mewakilkan ke mereka,” jelasnya lebih lanjut.
Baca juga: Iran Protes AS, Ancam Serang Kapal di Selat Hormuz
Setelah proses pembelian hewan kurban selesai, lembaga yang bersangkutan akan bertanggung jawab mengurus seluruh tahapan selanjutnya. Ini mencakup mulai dari pembelian hewan, proses penyembelihan, hingga penyaluran daging kurban kepada para penerima manfaat.
“Kemudian setelah itu mereka mulai dari membelikan hingga waktu menyembelih dan menyalurkannya,” terang Buya Yahya.
Meskipun kurban online diperbolehkan, Buya Yahya memberikan peringatan agar masyarakat tidak sembarangan dalam memilih tempat atau lembaga penyaluran kurban secara online. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa lembaga atau aplikasi yang digunakan benar-benar amanah dan dapat dipercaya sepenuhnya.
“Yang lebih penting dari itu adalah kita harus menduga bahwasanya yang kita titip itu adalah orang yang amanat atau lembaga yang amanat atau aplikasi yang memang betul-betul bakal disalurkan kepada tempatnya yang benar,” tegasnya.
Buya Yahya menambahkan bahwa niat baik dalam berkurban harus selalu dibarengi dengan sikap kehati-hatian. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada pihak yang memang membutuhkan dan berhak menerimanya.
“Jangan asal kita berbuat baik tapi tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Di sisi lain, Buya Yahya juga menyampaikan bahwa berkurban di lingkungan sekitar tempat tinggal tetap menjadi pilihan yang lebih diutamakan jika memang memungkinkan. Alasan utamanya adalah agar daging kurban dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh tetangga dan masyarakat di sekitar rumah.
“Kalau seandainya kita pengin berkurban di samping rumah kita dan itu lebih aman, lebih nyaman, itu jauh lebih diutamakan supaya yang merasakan adalah tetangga kita, orang-orang yang bersama kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa kurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dapat dilaksanakan setiap tahun oleh setiap anggota keluarga yang memiliki kemampuan finansial.
“Kurban itu setiap tahun disunnahkan setiap orang. Kalau keluarga lima bisa saja lima kambing dan setiap tahun,” jelasnya lagi.
Walaupun demikian, Buya Yahya tetap memperbolehkan sebagian dari hewan kurban disalurkan ke daerah lain yang membutuhkan. Namun, menurut pandangannya, distribusi kurban di lingkungan sekitar rumah tetap memiliki prioritas penting agar manfaat ibadah kurban dapat dirasakan secara lebih langsung oleh orang-orang terdekat.
“Kami tetap lebih mengutamakan bagaimana kita bisa berkurban di kiri kanan rumah kita agar tetangga kita merasakan,” tutupnya.





