KabarDermayu.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk memperkuat peran rumah ibadah di tengah masyarakat. Kehadiran Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim (Syaefudin), dalam kegiatan tersebut tidak hanya sekadar seremonial keagamaan, melainkan menjadi wadah untuk menyampaikan visi strategis pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Indramayu.
Dalam sambutannya di hadapan warga Desa Sukareja, Wakil Bupati menekankan bahwa masjid harus difungsikan secara optimal sebagai pusat kegiatan yang dinamis. Masjid, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi tempat untuk menunaikan ibadah salat lima waktu saja, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat pembinaan pendidikan karakter dan moral bagi anak-anak serta remaja.
“Masjid adalah madrasah pertama bagi generasi muda kita. Saya berharap masjid di desa-desa, khususnya di Sukareja ini, dapat menjadi benteng dalam membentuk akhlakul karimah bagi putra-putri kita agar mereka memiliki fondasi agama yang kuat di tengah arus modernisasi,” ujar Wabup dalam paparannya.
Kegiatan Maulid Nabi ini sendiri merupakan salah satu tradisi yang sangat melekat di masyarakat Indramayu. Selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, acara ini menjadi ajang silaturahmi yang efektif antara pemerintah daerah dengan masyarakat tingkat desa. Kedekatan ini dipandang perlu agar kebijakan pemerintah dapat tersampaikan dengan baik sekaligus mendengar aspirasi warga secara langsung.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menyoroti beberapa poin krusial terkait pembinaan generasi muda melalui masjid:
- Optimalisasi Fungsi Masjid: Mendorong pengurus masjid (DKM) untuk mengadakan kegiatan edukatif seperti kursus baca tulis Al-Qur’an, diskusi keagamaan yang moderat, dan pelatihan kepemimpinan bagi remaja.
- Lingkungan Kondusif: Menjadikan masjid sebagai zona nyaman bagi anak muda untuk berkreasi dan berkumpul dalam kegiatan yang positif, sehingga meminimalisir pengaruh negatif dari lingkungan luar.
- Sinergi Orang Tua dan Tokoh Agama: Pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi dan mengarahkan anak-anak mereka agar aktif dalam kegiatan di masjid.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menyadari bahwa tantangan di era digital bagi generasi muda sangatlah besar. Paparan informasi yang cepat dan terkadang tidak terfilter menuntut adanya ruang-ruang fisik yang mampu memberikan penyeimbang. Oleh karena itu, masjid dinilai sebagai institusi paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai luhur, kejujuran, dan kedisiplinan kepada generasi penerus.
Selain memberikan pesan mengenai pendidikan karakter, kehadiran Wakil Bupati dalam acara ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran pemimpin di acara-acara keagamaan di tingkat desa diharapkan dapat memotivasi warga untuk terus menjaga kerukunan serta semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indramayu.
Masyarakat Desa Sukareja menyambut baik kehadiran rombongan pemerintah kabupaten. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir memadati area masjid. Peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Indramayu agar senantiasa diberikan keberkahan dan kedamaian bagi seluruh warganya.
Secara historis, peringatan Maulid Nabi di wilayah Indramayu selalu menjadi agenda rutin yang melibatkan kolaborasi antara tokoh masyarakat, ulama, dan pemerintah setempat. Tradisi ini terbukti ampuh dalam menjaga kohesi sosial masyarakat. Dengan adanya dorongan dari pemerintah untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan semakin kuat di masa depan.
Langkah yang dilakukan oleh Wakil Bupati ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu. Pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Dengan generasi muda yang memiliki karakter kuat, diharapkan masa depan Indramayu akan jauh lebih baik dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan di Desa Sukareja ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa peran aktif dalam memakmurkan masjid adalah investasi jangka panjang. Sesuai dengan pesan yang disampaikan, masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat peradaban yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan berwawasan luas.





