Mentan Amran: Produktivitas Pertanian Wajib Sejahterakan Petani

oleh -4 Dilihat
Mentan Amran: Produktivitas Pertanian Wajib Sejahterakan Petani

KabarDermayu.com – Sektor pertanian di Indonesia kini memasuki babak baru di mana modernisasi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi pilar utama. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa lonjakan produktivitas di lahan pertanian tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup para petani.

Bagi pemerintah, kesejahteraan petani adalah indikator keberhasilan yang paling nyata. Ketika usaha tani memberikan hasil yang menguntungkan, petani akan memiliki motivasi lebih untuk terus berproduksi. Hal inilah yang menjadi landasan percepatan modernisasi pertanian demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di masa depan.

Sinergi dalam Modernisasi Pertanian

Pernyataan Menteri Amran tersebut disampaikan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa modernisasi bukan sekadar penggunaan alat mesin pertanian, tetapi juga transformasi cara berpikir petani dalam mengelola lahan. Dengan sistem yang lebih efisien dan modern, hambatan-hambatan tradisional yang selama ini menghambat kesejahteraan petani diharapkan dapat teratasi secara bertahap.

Semangat untuk maju ini ternyata telah bersemi di berbagai daerah, salah satunya di Desa Lesan Dayak, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di sana, wajah pertanian mulai berubah dengan keterlibatan aktif kaum perempuan dalam sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Peran Perempuan dalam Ekonomi Keluarga

Bagi sosok seperti Fatimah, seorang petani di Desa Lesan Dayak, kebun kelapa sawit adalah jantung ekonomi keluarga. Dari hasil panenlah, ia bersama keluarganya menggantungkan harapan untuk biaya pendidikan anak dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Ia membuktikan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam menopang perekonomian pedesaan.

Kesadaran akan pentingnya peningkatan kualitas diri pun mendorong Fatimah untuk berpartisipasi dalam Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa). Meskipun pelatihan tersebut didominasi oleh peserta laki-laki, antusiasme Fatimah tidak surut sedikit pun. Baginya, pengetahuan baru adalah kunci untuk keluar dari pola bertani yang konvensional.

“Pelatihan program Perkasa ini sangat penting bagi kami. Kami mempelajari banyak hal, sehingga ekonomi kami bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Fatimah, merefleksikan pentingnya akses pelatihan bagi petani akar rumput.

Mengenal Program Perkasa

Program Perkasa sendiri merupakan inisiatif strategis yang dijalankan oleh TAP Untuk Negeri. Fokus utamanya adalah memberikan pendampingan, pelatihan, dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan agar petani mampu mengelola kebunnya secara mandiri dan profesional.

Berikut adalah poin-poin penting dari inisiatif pelatihan yang diberikan kepada para petani:

  • Durasi Pelatihan: Dilaksanakan selama 3 hari intensif dengan pendekatan 40 persen teori dan 60 persen praktik lapangan.
  • Gratis: Seluruh rangkaian pelatihan diberikan tanpa dipungut biaya apa pun bagi peserta.
  • Materi Terapan: Peserta dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disederhanakan, sehingga bahasa teknis perusahaan menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan di kebun masing-masing.
  • Prinsip Berkelanjutan: Mengajarkan praktik Good Agricultural Practices (GAP) untuk memastikan produktivitas tetap tinggi tanpa merusak ekosistem lahan.

Membangun Masa Depan yang Mandiri

Program yang didukung oleh PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha dari PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), ini memiliki visi jangka panjang. Mereka percaya bahwa dengan terus belajar dan memberikan kesempatan yang setara—termasuk bagi perempuan di pedesaan—kesejahteraan bukan sekadar target, melainkan realitas yang bisa dicapai.

Melalui transfer pengetahuan ini, petani tidak lagi sekadar mengandalkan intuisi dalam bercocok tanam. Mereka kini memiliki bekal untuk mengelola kebun secara lebih efektif, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Dengan integrasi antara kebijakan pemerintah yang mendorong modernisasi dan pendampingan di level tapak seperti yang dilakukan melalui program Perkasa, optimisme untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan tampak semakin nyata. Kesejahteraan petani yang meningkat akan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan sektor pertanian nasional di masa depan.