Negara-negara Pengguna CNG, Alternatif Pengganti LPG 3 Kg di Indonesia

oleh -6 Dilihat
Negara-negara Pengguna CNG, Alternatif Pengganti LPG 3 Kg di Indonesia

KabarDermayu.com – Pemerintah Indonesia tengah serius mengkaji potensi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Selain itu, pemerintah juga berupaya memaksimalkan pemanfaatan cadangan gas alam domestik yang melimpah.

Wacana peralihan ke CNG ini semakin menarik perhatian seiring dengan fakta bahwa sejumlah negara di dunia telah lebih dulu mengadopsi bahan bakar gas tersebut dalam skala yang signifikan. Penggunaan CNG tidak hanya terbatas pada sektor industri, tetapi juga merambah ke transportasi publik dan kebutuhan energi harian.

Banyak negara menilai CNG lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini masih dalam tahap uji coba pengembangan tabung CNG berukuran kecil yang setara dengan tabung LPG 3 kilogram.

“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” ujar Bahlil di Jakarta.

Beliau menjelaskan bahwa tantangan utama dalam implementasi CNG untuk rumah tangga terletak pada aspek teknis. Hal ini disebabkan oleh tekanan gas pada CNG yang jauh lebih tinggi dibandingkan LPG, yaitu berkisar antara 200 hingga 250 bar.

Meskipun demikian, pemerintah tetap membuka peluang untuk konversi bertahap dari LPG ke CNG. Hal ini akan dilakukan apabila hasil uji coba dinyatakan layak untuk digunakan oleh masyarakat luas.

“Semua masih dikaji, termasuk kemungkinan subsidi dan besaran volumenya,” imbuh Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa CNG memiliki sejumlah keunggulan signifikan. Seluruh bahan bakunya berasal dari dalam negeri, yang berarti Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya alamnya sendiri.

Dengan ketersediaan sumber gas alam yang melimpah, Indonesia dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada impor LPG.

Baca juga: Prabowo Hadiri KTT ASEAN ke-48 dengan Mobil Maung di Filipina

Secara perhitungan ekonomi, pemerintah memperkirakan harga CNG berpotensi lebih murah sekitar 30 persen dibandingkan LPG. Hal ini disebabkan oleh biaya distribusi yang lebih rendah dan tidak adanya ketergantungan pada impor.

Di kancah global, penggunaan CNG telah berkembang pesat. Infrastruktur pengisian bahan bakar gas terus diperluas seiring dengan meningkatnya dorongan untuk menggunakan energi yang lebih bersih dan efisien.

Berikut adalah daftar beberapa negara yang dikenal aktif dalam penggunaan dan pengembangan CNG:

1. Jerman

Jerman merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki infrastruktur CNG terbesar. Berdasarkan data NGVA Europe yang dikutip dari LNG Industry, per Maret 2024, Jerman memiliki sekitar 186 stasiun pengisian bahan bakar CNG.

Penggunaan CNG di Jerman sangat didorong oleh kebijakan transisi energi dan upaya pengurangan emisi karbon.

2. China

China adalah salah satu pengguna gas alam terbesar di dunia. Negara ini secara aktif memperluas penggunaan kendaraan berbahan bakar gas sebagai upaya mengurangi polusi udara di kota-kota besar.

Pengembangan jaringan distribusi gas alam di China juga terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

3. Korea Selatan

Korea Selatan memanfaatkan CNG secara luas, khususnya untuk sektor transportasi publik. Pemerintah setempat mendorong penggunaan bahan bakar gas ini untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh kendaraan diesel.

Negara ini juga dilengkapi dengan infrastruktur distribusi gas alam yang modern.

4. Jepang

Jepang termasuk dalam daftar konsumen energi berbasis gas terbesar di dunia. Negara ini sangat mengandalkan gas alam untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasionalnya.

Selain itu, Jepang juga dikenal memiliki kapasitas penyimpanan LNG terbesar di dunia.

5. Australia

Australia adalah salah satu eksportir gas alam terbesar di dunia. Negara ini terus berinvestasi dalam pengembangan industri gas alam dan infrastruktur energi berbasis gas.

Meskipun jumlah stasiun CNG di Australia belum sebanyak negara lain, penggunaan bahan bakar gas terus menunjukkan tren perkembangan yang positif.

6. Qatar

Qatar dikenal luas sebagai salah satu produsen gas alam terbesar di dunia. Ketersediaan cadangan gas yang sangat besar menjadi pendorong utama negara ini dalam mengembangkan industri energi berbasis gas alam.

7. Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan kapasitas ekspor LNG terbesar di dunia. Selain itu, penggunaan CNG juga terus berkembang pesat, terutama untuk armada logistik dan kendaraan berat.

Pemanfaatan CNG di berbagai negara tersebut menegaskan bahwa bahan bakar gas semakin diakui sebagai solusi transisi energi yang efisien dan memiliki emisi rendah. Jika pengembangan tabung CNG untuk rumah tangga di Indonesia berhasil diselesaikan, bahan bakar ini berpotensi menjadi alternatif baru yang signifikan untuk menggantikan LPG 3 kilogram di masa depan.