Nicholas Saputra Rehat Sejenak dari Film, Kini Juri Ajang Ternama

oleh -8 Dilihat
Nicholas Saputra Rehat Sejenak dari Film, Kini Juri Ajang Ternama

KabarDermayu.com – Aktor ternama Nicholas Saputra, yang kerap disapa publik lewat peran-perannya di layar lebar, kini mengalihkan fokusnya sejenak dari dunia perfilman. Ia bersama aktris Cinta Laura didapuk menjadi juri dalam sebuah ajang bergengsi yang bertajuk Genera-Z Berbakti 2026.

Ajang ini merupakan kompetisi yang mempertemukan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk menggali dan mengembangkan gagasan pengabdian masyarakat yang inovatif.

Nicholas Saputra dan Cinta Laura akan bergabung dengan Tri Mumpuni, seorang ilmuwan dan juga wirausaha sosial, sebagai dewan juri. Mereka bertiga akan bertugas untuk menyeleksi dan menilai gagasan dari delapan tim finalis yang berhasil mencapai tahap akhir kompetisi ini.

Keikutsertaan Nicholas Saputra dan Cinta Laura dalam ajang ini tentu menarik perhatian. Kedua figur publik ini dikenal tidak hanya karena kiprahnya di dunia hiburan, tetapi juga karena keterlibatan mereka yang aktif dalam berbagai isu sosial dan kemanusiaan.

Nicholas Saputra telah lama dikenal sebagai advokat isu-isu lingkungan, sosial, dan budaya. Melalui berbagai kegiatan, ia kerap menyuarakan pentingnya pelestarian alam dan keberlanjutan budaya Indonesia.

Sementara itu, Cinta Laura memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pengembangan generasi muda. Ia sering terlibat dalam kampanye dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak muda di Indonesia.

Kehadiran mereka sebagai juri diharapkan dapat memberikan perspektif yang segar dan inspiratif bagi para peserta. Keterlibatan figur publik yang memiliki kepedulian sosial seperti Nicholas dan Cinta Laura juga dinilai mampu mendekatkan ajang ini dengan semangat generasi muda.

Hal ini menunjukkan bahwa peran publik figur tidak hanya sebatas di atas panggung atau layar, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perubahan sosial yang positif.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan selamat kepada delapan tim yang berhasil lolos ke babak final. Ia mengapresiasi beragam ide inovatif yang diajukan oleh para mahasiswa.

“Secara umum, seluruh proposal yang kami terima memuat beragam ide-ide inovatif serta menunjukkan besarnya semangat generasi muda untuk mengabdi dan menciptakan dampak nyata,” ujar Hera dalam keterangan resminya, yang dikutip pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia juga berpesan kepada tim yang belum berhasil lolos untuk tetap menjaga semangat dan ide-ide mereka agar dapat terus diwujudkan di masa mendatang. Hera berharap para finalis dapat memberikan penampilan terbaik mereka dalam mempresentasikan gagasan di hadapan para juri.

Delapan tim finalis yang bersaing berasal dari institusi pendidikan ternama di Indonesia. Sebut saja Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, IPB University, BINUS University, Universitas Airlangga, Universitas Cenderawasih, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Mereka akan mempresentasikan gagasan yang berfokus pada pengembangan empat desa wisata. Lokasi desa-desa tersebut tersebar di Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Utara.

Ide-ide yang diajukan para finalis sangat beragam. Mulai dari konsep pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan, sistem pengelolaan sampah yang efisien, inovasi di sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas, hingga program pemberdayaan masyarakat lokal agar lebih mandiri.

Hera menambahkan bahwa BCA meyakini para panelis Genera-Z Berbakti memiliki rekam jejak yang baik dan relevan. Hal ini penting agar mereka dapat menentukan proposal terbaik yang paling layak untuk diwujudkan di setiap Desa Bakti BCA yang menjadi tujuan.

“Semoga Genera-Z Berbakti 2026 dapat menjadi wadah mahasiswa bertukar gagasan dan semakin bersemangat membuat kontribusi untuk lingkungan sekitar,” harap Hera.

Proses penjurian finalis dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 16 hingga 17 Mei 2026. Setelah proses penjurian selesai, pemenang akan diumumkan.

Baca juga di sini: Lonjakan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed Bayangi Bursa Asia

Para pemenang nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk turun langsung ke lapangan. Mereka akan terlibat dalam realisasi program-program yang telah mereka usulkan, yang rencananya akan dilaksanakan pada periode Juli hingga Agustus 2026.