Pelajar Indonesia Diharap Jadi Pengubah Permainan, Bukan Sekadar Mengejar Universitas Top Dunia

oleh -5 Dilihat
Pelajar Indonesia Diharap Jadi Pengubah Permainan, Bukan Sekadar Mengejar Universitas Top Dunia

KabarDermayu.com – Kesempatan untuk menempuh pendidikan di universitas terbaik dunia merupakan sebuah anugerah bagi sebagian pelajar Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda yang berhasil meraih kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi agen perubahan atau game changer yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berani menyampaikan ide, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.

Brand Manager EduALL, Christina Yoris, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan pendidikan istimewa ini untuk membawa dampak positif bagi orang lain. Hal ini diungkapkannya dalam konferensi The Cornerstone yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026.

EduALL, yang dikenal sebagai konsultan pendidikan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, menegaskan bahwa keberhasilan masuk ke universitas ternama bukanlah tujuan akhir dari pendidikan.

Baca juga: Dua Warga Singapura Tewas di Gunung Dukono: Ditemukan Berpelukan Terjepit Batu

Melalui konferensi The Cornerstone, EduALL, sebagai inisiator sekaligus konsultan pendidikan, mendorong para siswa bimbingannya untuk melampaui sekadar pencapaian nilai akademis yang gemilang. Acara ini menghadirkan sejumlah pelajar untuk mendiskusikan berbagai isu penting, mulai dari sektor pendidikan, kepemimpinan, hingga prospek masa depan Indonesia di kancah global.

Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk membentuk generasi muda yang mandiri secara intelektual, memiliki pola pikir berkembang (growth mindset), serta kepedulian terhadap isu-isu sosial dan masa depan bangsa. Hal ini menjadi krusial mengingat masih banyak kebijakan strategis di Indonesia yang belum sepenuhnya mempertimbangkan perspektif kaum muda.

The Cornerstone dirancang sebagai wadah yang aman bagi para pelajar untuk bertukar gagasan, menyuarakan keprihatinan, sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan mereka. Berbeda dari seminar pada umumnya, konferensi ini memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk berdialog langsung dengan para pakar dan pembuat kebijakan, bukan hanya sekadar menjadi pendengar.

CEO EduALL, Devi Kasih, menyatakan bahwa para pelajar yang hadir dalam konferensi tersebut, yang juga tengah berjuang untuk masuk ke universitas terbaik dunia, adalah calon pemimpin dan pengambil keputusan Indonesia di masa depan. Ia berpendapat bahwa generasi muda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam diskusi publik dan perumusan kebijakan strategis bangsa.

“Para pelajar dan anak-anak muda yang hadir inilah calon pengambil keputusan Indonesia di masa depan. Tidak hanya panelis, presenter, atau exhibitor, bahkan juga orang-orang muda yang datang dan turut berdiskusi dari bangku audiens juga menjadi bukti bahwa Indonesia dipenuhi penerus bangsa yang cemerlang,” ujar Devi Kasih.

Selain fokus pada diskusi intelektual, kegiatan The Cornerstone juga memiliki dimensi sosial yang kuat. EduALL menyalurkan seluruh hasil penjualan tiket dan donasi yang terkumpul melalui program Indonesia Mengajar untuk mendukung program pendidikan di berbagai daerah terpencil.

“Lewat donasi ini, semangat dari The Cornerstone tidak hanya berhenti di ruang diskusi Jakarta, tapi juga dirasakan langsung oleh adik-adik di pelosok,” pungkas Christina Yoris.