Akal Licik Kiai Ashari Tipu Santriwati, Sengaja Tak Siapkan Kamar

oleh -5 Dilihat
Akal Licik Kiai Ashari Tipu Santriwati, Sengaja Tak Siapkan Kamar

KabarDermayu.com – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali mengungkap modus baru yang diduga digunakan untuk melancarkan aksinya terhadap para santriwati.

Salah satu fakta yang mencuat adalah kebiasaan Ashari yang dikabarkan sengaja tidak memiliki kamar tidur tetap di lingkungan pesantren. Hal ini diduga mempermudah dirinya memanggil santriwati untuk menemaninya pada malam hari.

Fakta ini terungkap dalam sebuah podcast yang menampilkan kesaksian Tari, salah satu korban dan juga putri dari salah satu perintis pembangunan pondok pesantren tersebut. Tari menjelaskan bahwa kamar tidur Kiai Ashari tidak pernah menetap, melainkan berpindah-pindah sesuai keinginannya.

“Kalau kamarnya Pak Kiai itu tidurnya ganti-ganti, enggak menetap. Dulu Pak Kiai itu enggak punya tempat tetap, enggak punya. Tidurnya ya sesuai keinginannya gitu,” ujar Tari, yang kini berusia 20 tahun.

Menurut keterangan keluarga korban, tersangka diduga memiliki pola tertentu dalam memilih santriwati yang dipanggil untuk menemaninya, salah satunya dengan meminta dipijat pada malam hari.

Pak Di, ayah korban, mengaku mulai curiga ketika melihat tersangka sering mengganti santriwati yang diminta memijat. Jika seorang santriwati tidak sesuai dengan keinginannya, Ashari disebut akan mencari alasan agar perempuan tersebut diganti.

“Ketika dianya, itu tidak cocok dengan yang satu, alasannya pijatannya kurang enak,” ungkap Pak Di, menirukan alasan yang diberikan tersangka.

Lebih lanjut, Tari juga mengungkapkan bahwa tersangka diduga memilih korban berdasarkan penampilan fisik. Ia bahkan pernah mempertanyakan langsung alasan mengapa santriwati tertentu tidak pernah dipanggil untuk menemani atau memijat sang kiai.

Baca juga: Prabowo Khawatirkan Sampah Tumpuk Tak Tuntas, Proyek Jalan Baru Dua Sejak 11 Tahun

“Kenapa sih mbak ini, yang kurang… maaf ya, kurang cantik lah gitu, kok enggak pernah disuruh? Ya disuruh seperti saya gitu, memijat atau menemani tidur atau apa gitu. Terus jawabannya Pak Kiai, ‘ya orang itu sudah manut, udah enggak ada penyakit’,” tutur Tari menirukan ucapan pelaku.

Modus lain yang diduga digunakan adalah dalih penyembuhan spiritual. Hal ini digunakan tersangka untuk memengaruhi para santriwati. Mayoritas korban memilih diam karena merasa takut dan tertekan secara psikologis, bahkan mereka disebut diancam akan putus sanad ilmu jika menolak perintah sang kiai.

Meskipun demikian, Tari mengaku memiliki cara sendiri untuk menghindari hal-hal yang lebih buruk saat diminta menemani Ashari tidur. Ia memilih tetap terjaga dan berpura-pura tidur sepanjang malam.

“Biasanya aku enggak pernah tidur beneran, enggak pernah, cuma merem aja gitu. Kadang cuma dilihatin video ceramah-ceramah gitu aja. Kalau biasanya ya udah diam aja gitu,” ucap Tari.

Namun, pengalaman traumatis tetap dialami oleh Tari. Ia mengaku pernah dikunci dari luar kamar oleh tersangka saat sedang berpura-pura tidur.

“Pernah kejadian itu saya kan nemenin tidur, itu saya dikunci dari luar. Saya itu kan kalau nemenin tidur kan enggak tidur beneran, pura-pura tidur gitu. Terus Pak Kiai itu pergi, terus ngunci saya dari luar. Terus saya batin dalam hati saja, ‘ngapain gitu kan’, terus kok ada suara lagi di kamar lain gitu,” beber Tari.

Saat ini, Kiai Ashari telah ditahan oleh pihak kepolisian sejak awal Mei 2026. Proses penyidikan masih terus berjalan, sementara para korban mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta psikolog untuk membantu pemulihan trauma mereka.