Perempuan Modern: Anggun dan Berani Mencari Rezeki di Jalan

oleh -5 Dilihat
Perempuan Modern: Anggun dan Berani Mencari Rezeki di Jalan

KabarDermayu.com – Perayaan Hari Kartini di era modern telah mengalami pergeseran makna. Jika dahulu identik dengan kebaya dan lomba memasak, kini perjuangan perempuan Indonesia turut merambah dunia digital dan ruang publik yang penuh tantangan.

Perubahan ini terlihat dari semakin banyaknya perempuan yang memilih profesi sebagai pengemudi transportasi online, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digital, hingga kiprah mereka di industri teknologi yang sebelumnya didominasi kaum laki-laki.

Namun, di balik partisipasi yang meningkat ini, berbagai tantangan baru turut muncul. Isu terkait rasa aman, literasi keuangan, dan kepercayaan diri untuk berkembang di ranah digital menjadi perhatian utama.

Menjawab tantangan tersebut, berbagai program pemberdayaan perempuan kini hadir dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan kontemporer. Program ini mencakup pelatihan bela diri untuk pengemudi perempuan, edukasi keuangan bagi pelaku UMKM, hingga penyediaan ruang diskusi teknologi bagi generasi muda perempuan.

“Di Grab, kami ingin memastikan setiap perempuan di dalam ekosistem memiliki ruang untuk tumbuh dan mandiri. Fokus kami adalah memberikan mereka wadah untuk berkembang, sehingga mereka mampu membuka jalan dan menginspirasi perempuan lainnya untuk menciptakan dampak yang lebih luas,” ujar Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Salah satu perhatian terbesar tertuju pada aspek keamanan perempuan yang bekerja di jalanan. Banyak pengemudi perempuan melaporkan masih menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman saat bertugas.

Oleh karena itu, pelatihan perlindungan diri menjadi kian penting. Pelatihan ini tidak hanya menekankan kemampuan fisik, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi berbagai risiko di ruang publik.

“Kemampuan dasar untuk melindungi diri bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal kesiapan mental dan kesadaran situasional. Dengan latihan yang tepat, perempuan dapat lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi di ruang publik, termasuk saat bekerja di jalan,” jelas Dennis Laoh, Internationally Accredited Urban Self Protection Coach dan pengajar di Gym Bela Diri Kida Dharmawangsa.

Bagi para pengemudi perempuan, dukungan berupa pelatihan seperti ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan rasa aman saat bekerja.

“Senang banget bisa ikut pelatihan ini bareng mpok dan tante sesama Mitra Pengemudi perempuan. Saya jadi lebih kebayang harus gimana kalau ada situasi nggak enak di jalan. Apalagi sekarang juga dibantu sama fitur keamanan lewat aplikasi buat driver, seperti tombol keamanan dan kamera Dashcam. Jadi lebih tenang dan pede setiap narik,” ungkap Putri Herawati, Mitra Pengemudi GrabCar.

Selain isu keamanan, tantangan lain yang kerap dihadapi perempuan adalah pengelolaan keuangan usaha. Di tengah maraknya bisnis online dan kuliner rumahan, banyak pelaku UMKM perempuan yang masih kesulitan dalam mengatur arus kas dan dana darurat usaha.

“Bagi pelaku UMKM, pengelolaan keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan bisnis. Dengan memahami cara mengatur arus kas dan membangun dana darurat, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan sekaligus mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan,” tutur Financial Planner Ayu Sara Herlia.

Trivena Florentina, seorang pemilik usaha kuliner, merasakan manfaat dari pemahaman pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Baca juga: Pegawai Bea Cukai yang Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa KPK Akhirnya Buka Suara

“Banyak insight baru yang saya dapatkan, terutama soal cara mengelola keuangan usaha. Sekarang, saya jadi lebih paham cara mengatur arus kas dan pentingnya dana darurat, jadi lebih siap untuk mengembangkan usaha ke depannya,” ujarnya.