KabarDermayu.com – Piala Dunia 2026 dipastikan akan menyajikan format yang berbeda secara signifikan, tidak hanya dalam hal jumlah peserta dan tuan rumah, tetapi juga melalui penerapan sejumlah aturan baru yang berpotensi menimbulkan kontroversi.
Perhelatan akbar sepak bola dunia ini akan diperluas dengan kehadiran 48 tim, sebuah peningkatan dari format sebelumnya. Selain itu, Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan bersama di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, dilaporkan akan mengumumkan dua perubahan krusial terkait penegakan disiplin kartu merah menjelang turnamen akbar ini.
Salah satu aturan baru yang paling menarik perhatian adalah potensi pemberian sanksi kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat melakukan protes atau berinteraksi dengan lawan di lapangan. Inisiatif ini disebut-sebut sebagai upaya FIFA untuk meningkatkan transparansi komunikasi antar pemain sekaligus mencegah potensi pelanggaran serius, termasuk dugaan pelecehan verbal.
Wacana ini mengemuka setelah insiden yang terjadi dalam pertandingan Liga Champions UEFA, melibatkan Vinícius Júnior dari Real Madrid dan Gianluca Prestianni dari Benfica. Tuduhan adanya unsur rasisme dalam insiden tersebut menjadi salah satu pemicu bagi FIFA untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan aturan ini, meskipun pihak terkait telah membantah tuduhan tersebut.
Tidak hanya itu, FIFA juga berencana untuk menindak tegas aksi protes yang dianggap berlebihan. Pemain yang nekat meninggalkan lapangan pertandingan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit kini akan menghadapi ancaman sanksi kartu merah langsung.
Kebijakan ini terinspirasi dari kejadian kontroversial yang sempat terjadi di Piala Afrika, di mana Timnas Senegal melakukan aksi walk-out menyusul keputusan penalti yang dianggap kontroversial bagi Timnas Maroko. Peristiwa tersebut berujung pada pencabutan gelar juara Senegal.
Namun demikian, perlu dicatat bahwa aturan-aturan baru ini belum tentu akan langsung diterapkan secara universal di seluruh kompetisi sepak bola. Agar dapat resmi masuk ke dalam Laws of the Game (Hukum Permainan), FIFA masih memerlukan persetujuan dari International Football Association Board (IFAB).
Baca juga di sini: Arsenal dan Atletico Madrid Imbang di Leg Pertama Setelah Drama Penalti
Dengan berbagai perubahan yang akan dihadirkan, Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga akan berfungsi sebagai panggung uji coba yang signifikan untuk melihat wajah baru sepak bola dunia di masa depan.





