KabarDermayu.com – Kepala Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki banyak celah yang berpotensi mengarah pada praktik korupsi.
Hal ini diungkapkan Dudung kepada wartawan di Kantor KSP, Jakarta Pusat, pada Selasa, 4 Mei 2026. Ia secara lugas menyebut adanya banyak celah dalam pelaksanaan program tersebut.
Salah satu modus korupsi yang teridentifikasi dalam program MBG adalah praktik jual beli titik lokasi untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang sering disebut sebagai dapur MBG.
Baca juga: Menuju Final Liga Champions Kedua Arsenal: Malam Spesial di Emirates
“Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik SPPG atau titik dapur,” ungkap Dudung.
Di sisi lain, Dudung telah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait program-program prioritas nasional, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Dudung menegaskan komitmennya untuk melakukan pengecekan secara langsung terhadap seluruh program prioritas nasional tersebut. Ia berencana untuk berkolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan terkait demi kelancaran dan akuntabilitas program.
“Ya, Presiden mengarahkan kepada saya, ‘Pak Dudung coba dicek’. Karena kan program prioritas nasional ini salah satunya adalah untuk memastikan prioritas unggulan dari Bapak Presiden, ya salah satunya MBG, kemudian Koperasi Merah Putih, dan itu nanti akan kita cek. Maka saya akan mengaktifkan kembali berkolaborasi dengan stakeholder terkait,” jelas Dudung.
Ia berjanji akan secara transparan melaporkan perkembangan terbaru mengenai program-program prioritas nasional tersebut kepada publik.
“Minta doa-nyalah. Nanti dan kalau saya temukan, saya akan langsung buka di wartawan. Sampaikan aja siapa pelakunya, siapa yang tidak benar, ya. Karena ini uang rakyat, rakyat harus tahu,” tegasnya.





