Agen Rahasia AS Adu Tembak dengan Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih

oleh -6 Dilihat
Agen Rahasia AS Adu Tembak dengan Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih

KabarDermayu.com – Sebuah insiden baku tembak terjadi di dekat kawasan National Mall, Washington D.C., yang melibatkan Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service). Peristiwa ini menyebabkan seorang warga sipil terluka dan menimbulkan kekhawatiran di sekitar Gedung Putih.

Insiden tersebut berlangsung pada Senin sore waktu setempat, di persimpangan 15th Street dan Independence Avenue, tidak jauh dari Monumen Washington. Penembakan terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Menurut Wakil Direktur Dinas Rahasia AS, Matthew Quinn, petugas yang berpatroli di perimeter luar kompleks Gedung Putih mengidentifikasi seorang pria mencurigakan yang diduga membawa senjata api. Petugas tersebut kemudian meminta bantuan dari polisi Dinas Rahasia berseragam untuk mendekati individu tersebut.

“Siang ini, petugas dan agen berpakaian sipil kami yang secara konsisten berpatroli di perimeter luar kompleks Gedung Putih mengidentifikasi seorang individu yang mencurigakan yang tampaknya memiliki senjata api. Mereka meminta bantuan dari polisi Secret Service berseragam untuk menghubungi individu tersebut,” jelas Quinn kepada wartawan, seperti dilansir The Hill.

Setelah dilakukan kontak, individu tersebut berusaha melarikan diri dengan berjalan kaki. Ia kemudian mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah agen dan petugas. Akibatnya, satu orang terkena tembakan dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Dinas Rahasia membalas tembakan ketika pelaku melepaskan senjata. Pelaku sendiri juga tertembak dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Motif di balik tindakan pelaku hingga kini belum diketahui. Quinn memastikan bahwa korban yang tertembak adalah seorang remaja dan kondisinya tidak mengancam jiwa. “Saya dapat memberi tahu Anda bahwa setidaknya satu, kami yakin hanya satu orang yang terkena tembakan tersangka,” kata Quinn.

“Orang tersebut, seorang remaja, tidak mengalami cedera yang mengancam jiwa, tetapi ia juga sedang dirawat di rumah sakit,” tambahnya.

Sebuah senjata api berhasil ditemukan di lokasi kejadian oleh petugas.

Menanggapi insiden ini, Gedung Putih mengarahkan pertanyaan lebih lanjut kepada Dinas Rahasia. The Hill melaporkan bahwa belum ada kepastian apakah insiden ini memiliki kaitan langsung dengan Gedung Putih atau Presiden Donald Trump, mengingat lokasi kejadian yang relatif jauh dari halaman kompleks kepresidenan.

Akibat peristiwa ini, para jurnalis yang sedang berada di North Lawn Gedung Putih segera dievakuasi dan diminta untuk berlindung di ruang briefing. Mereka kemudian diizinkan kembali ke area mereka setelah situasi dinyatakan aman.

Kepolisian Washington, Metropolitan Police Department of the District of Columbia, menyatakan bahwa lokasi kejadian telah berhasil diamankan. Namun, sejumlah ruas jalan di sekitar titik penembakan ditutup sementara waktu untuk memungkinkan proses penyelidikan berjalan lancar. “Hindari area tersebut karena jalan akan ditutup selama beberapa jam. Informasi lebih lanjut akan diberikan setelah informasi dikonfirmasi,” tulis Kepolisian D.C. melalui akun X mereka.

Ketegangan keamanan di sekitar Gedung Putih memang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, seorang pria bersenjata dilaporkan sempat menerobos sistem pengamanan saat acara makan malam tahunan koresponden Gedung Putih. Pria tersebut diduga memiliki niat untuk menyerang Presiden Trump.

Pada saat insiden penembakan terjadi, Presiden Trump diketahui sedang berada di dalam Gedung Putih untuk menghadiri KTT Usaha Kecil. Sementara itu, konvoi Wakil Presiden JD Vance dilaporkan sempat melintas di area tersebut tidak lama sebelum kejadian baku tembak berlangsung.

Trump Ultimatum Bakal Hancurkan Iran dari Muka Bumi Jika Ganggu Project Freedom

Baca juga: Prediksi Persija vs Persib di GBK, Bojan Hodak Siap Hadapi Teror Jakmania

Trump memberikan peringatan tegas bahwa Iran akan dihancurkan dari muka bumi jika mereka berani menyerang kapal-kapal Amerika Serikat. Peringatan ini disampaikan terkait dengan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan berupaya untuk keluar.