Proyek Jalur Kereta Korsel ke Korut Siap Beroperasi Tahun 2027

oleh -4 Dilihat
Proyek Jalur Kereta Korsel ke Korut Siap Beroperasi Tahun 2027

KabarDermayu.com – Upaya untuk mencairkan ketegangan di Semenanjung Korea kini kembali mendapat perhatian serius. Pemerintah Korea Selatan secara resmi mengungkapkan rencana strategis untuk melanjutkan Proyek infrastruktur besar berupa pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Seoul dengan Kota Wonsan di Korea Utara.

Rencana ambisius ini dipaparkan oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan dalam rapat koordinasi bersama Presiden Lee Jae Myung pada hari Rabu. Proyek yang sempat menjadi simbol harapan perdamaian ini dijadwalkan untuk kembali dikerjakan mulai tahun 2027 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2029.

Secara historis, inisiatif pembangunan jalur kereta api lintas batas ini bukanlah hal baru. Proyek tersebut pertama kali digulirkan pada tahun 2015 sebagai bagian dari upaya integrasi infrastruktur kedua negara. Namun, dinamika politik yang memanas memaksa proyek ini dihentikan total pada tahun 2016, menyusul memburuknya hubungan diplomatik antara Seoul dan Pyongyang.

Tantangan untuk merealisasikan rencana ini tentu tidak ringan. Pada tahun 2024, ketegangan sempat memuncak ketika pihak Korea Utara secara drastis menghancurkan sejumlah infrastruktur jalan raya dan jalur kereta api di sepanjang wilayah perbatasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pyongyang dalam mendefinisikan ulang Korea Selatan sebagai negara musuh utama mereka.

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Unifikasi Korea Selatan kini mencoba mengusung pendekatan yang lebih lunak. Salah satu poin krusial dalam pemaparan kebijakan mereka adalah usulan untuk tidak lagi melabeli Korea Utara sebagai “musuh utama”. Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun fondasi hidup berdampingan secara damai.

Perlu diketahui, status hubungan kedua negara saat ini masih berpijak pada Perjanjian Dasar Antar-Korea tahun 1991. Dalam kerangka hukum tersebut, Seoul tidak mengakui Korea Utara sebagai negara terpisah, melainkan entitas dalam satu semenanjung, sehingga penyebutan nama negara “Korea Utara” pun kerap digunakan sebagai pengganti nama resmi negara tersebut.

Selain fokus pada infrastruktur kereta api, pemerintah Korea Selatan juga merumuskan strategi komprehensif lainnya, di antaranya:

  • Revitalisasi Perjanjian Militer: Menghidupkan kembali kesepakatan pengurangan ketegangan militer yang pernah disepakati pada tahun 2018.
  • Pemanfaatan DMZ: Mengoptimalkan Zona Demiliterisasi (DMZ) sebagai kawasan yang lebih produktif dan damai.
  • Reformasi Dana Kerja Sama: Melakukan revisi terhadap aturan Dana Kerja Sama Antar-Korea untuk mendanai zona ekonomi perdamaian serta riset terkait unifikasi.

Langkah-langkah strategis ini ditegaskan sebagai bagian dari visi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan Semenanjung Korea yang bebas dari senjata nuklir. Melalui pendekatan diplomasi dan pembangunan fisik, Seoul berharap dapat kembali membuka ruang dialog yang selama satu dekade terakhir sempat membeku demi terciptanya stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur Laut.