Respons Sudewo atas Kasus Kiai Cabul di Pati: Sangat Memprihatinkan

oleh -4 Dilihat
Respons Sudewo atas Kasus Kiai Cabul di Pati: Sangat Memprihatinkan

KabarDermayu.com – Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menyuarakan keprihatinannya yang mendalam terkait kasus pencabulan yang melibatkan seorang kiai di sebuah pondok pesantren di Pati.

Kiai bernama Ashari, yang juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, dilaporkan telah melakukan aksi bejat terhadap puluhan santriwatinya.

Sudewo dengan tegas mengecam perbuatan keji tersebut dan mendesak agar pelaku segera ditindak dengan tegas oleh pihak berwenang.

“Saya sangat memprihatinkan, saya sangat menyayangkan, dan saya apresiasi terhadap kepolisian mengambil sikap tegas dengan sikap itu,” ujar Sudewo usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.

Lebih lanjut, Sudewo juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama (Kemenag) atas rencananya untuk mencabut izin operasional pondok pesantren tersebut.

“Apresiasi kepada Kementerian Agama untuk mencabut izin. Saya berharap supaya hal yang serupa tidak terjadi di pondok pesantren yang lain,” tambahnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah aksi bejat Kiai Ashari terkuak ke permukaan.

Menyusul terbongkarnya kasus ini, pihak kepolisian segera melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Namun, Kiai Ashari dilaporkan cukup lihai dalam mengelabui aparat dengan berpindah-pindah kota untuk menghindari penangkapan.

Meskipun demikian, tidak berselang lama, polisi berhasil mengamankan pelaku dan kini ia telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Dika Hadiyan Widya Wiratama, menjelaskan bahwa tersangka AS berhasil diamankan pada Kamis, 7 Mei 2025, sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah masjid di Wonogiri, Jawa Tengah.

Setelah penangkapan, tersangka langsung dibawa ke Markas Polresta Pati untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Menurut Dika, tersangka sempat melakukan perjalanan dari Kudus menuju Bogor, kemudian ke Jakarta, sebelum akhirnya bergerak ke Solo dan Wonogiri.

“Alhamdulillah sudah tertangkap. (Tersangka) Sempat ke Kudus, Bogor, kemudian lanjut Jakarta, setelah itu ke Solo dan Wonogiri,” ungkap Dika pada Kamis, 7 Mei 2025.

Kasus ini mengungkap sisi kelam yang terjadi di lingkungan pendidikan agama, menimbulkan keprihatinan mendalam bagi masyarakat dan para tokoh agama.

Tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan langkah preventif dari Kementerian Agama diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri, kini menjadi sorotan terkait bagaimana pengawasan internal dapat ditingkatkan.

Peran orang tua dan masyarakat juga menjadi krusial dalam memantau perkembangan anak-anak mereka yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Pihak berwenang terus berupaya mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan memastikan keadilan bagi para korban.

Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat memberikan terang atas kasus yang sangat memprihatinkan ini.

Penangkapan tersangka merupakan langkah awal yang penting dalam penegakan hukum dan pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan agama.

Keterangan lebih lanjut mengenai modus operandi dan motif pelaku masih terus didalami oleh tim penyidik.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada dugaan praktik serupa yang terjadi di tempat lain.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pelaku kejahatan dapat segera ditindak dan para korban mendapatkan perlindungan serta keadilan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan yang ketat di seluruh lembaga pendidikan, terutama yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Tanggung jawab moral dan hukum para pengurus pondok pesantren sangatlah besar dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan santri.

Diharapkan, kasus ini dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perlindungan di pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Baca juga: Persija Didenda Rp260 Juta, Timnas Indonesia di Grup Sulit Piala Asia 2027

Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan spiritual dan intelektual generasi muda.