Sapi Kurban Jumbo 1 Ton dari Bantul untuk Idul Adha

oleh -4 Dilihat
Sapi Kurban Jumbo 1 Ton dari Bantul untuk Idul Adha

KabarDermayu.com – Presiden RI Prabowo Subianto telah memilih seekor sapi dengan bobot fantastis, mencapai 1,05 ton, untuk dijadikan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Sapi jumbo tersebut dibeli dari seorang peternak di Dusun Salakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Supardiono Sambodo, peternak sapi tersebut, hewan kurban pilihan Presiden RI ini dibeli dengan harga Rp110 juta.

Sapi yang diberi nama Sontrot oleh pemiliknya ini merupakan jenis Simental dan usianya diperkirakan sudah menginjak tiga tahun.

Supardiono menjelaskan bahwa sapi tersebut merupakan hasil pemeliharaan dari anakan sendiri. Pemberian nama Sontrot sendiri memiliki cerita unik, berawal dari profesinya sebagai penjual ubi.

Baca juga: Dua Kapal Kembar Pertamina Dukung Pasokan LPG Seluruh Indonesia

Awalnya, Supardiono mengusulkan tiga ekor sapi untuk hewan kurban Presiden, dengan rata-rata berat yang hampir serupa.

Namun, dari ketiga sapi yang diajukan, hanya satu ekor sapi Simental yang berhasil lolos seleksi oleh tim kepresidenan.

Proses seleksi ini melibatkan kunjungan dari tim kesehatan hewan dari pemerintah DIY dan pemerintah pusat.

Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan ternak, termasuk pemeriksaan gigi dan pencegahan cacingan.

Sapi kurban pilihan Presiden ini masih dirawat di kandang peternak hingga menjelang pelaksanaan Idul Adha.

Meskipun demikian, Supardiono belum mengetahui secara pasti di mana sapi tersebut akan dipotong dan dagingnya akan didistribusikan ke wilayah mana.

Supardiono mengungkapkan rasa bangganya karena peternak sapi sederhana seperti dirinya bisa dipercaya oleh orang nomor satu di Indonesia.

Ia mengaku tidak menyangka akan terpilih, mengingat banyaknya peternak lain yang juga berpotensi.

Supardiono, yang telah menekuni usaha beternak sapi selama empat tahun terakhir, berpesan kepada sesama peternak untuk selalu berikhtiar dalam memelihara ternak.

Ia menekankan pentingnya rasa cinta terhadap hewan yang dipelihara.

“Intinya kita beternak itu bismillah, kita harus senang dengan hewan itu sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jika seseorang tidak menyukai sapi, maka tidak ada alasan untuk merawatnya, dan yang terpenting adalah menjaga konsistensi dan kecintaan pada sapi.