KabarDermayu.com – UPTD SDN 2 Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, secara konsisten menanamkan nilai-nilai religius sejak dini kepada para siswanya. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan rutin Sholat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai.
Suasana pagi di lingkungan UPTD SD Negeri 2 Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, memang terasa berbeda. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab sebelum kegiatan belajar mengajar secara formal dimulai, para siswa sudah disibukkan dengan kegiatan keagamaan yang positif.
Melalui program ini, sekolah berupaya membentuk karakter religius yang kuat pada diri siswa. Dengan beribadah bersama, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian antar siswa.
Sholat Dhuha yang dilaksanakan secara rutin ini memiliki banyak manfaat. Selain mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sholat ini juga dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan membersihkan hati.
Sementara itu, tadarus Al-Qur’an menjadi sarana bagi siswa untuk lebih mengenal dan memahami isi kitab suci Al-Qur’an. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Kepala Sekolah UPTD SDN 2 Haurgeulis, Bapak [Nama Kepala Sekolah], menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. “Kami percaya bahwa pendidikan karakter, khususnya karakter religius, sama pentingnya dengan pendidikan akademis,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa penanaman nilai-nilai agama sejak dini akan membekali siswa dengan pondasi moral yang kuat. Pondasi ini diharapkan dapat menjadi panduan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap kegiatan. Senyum dan semangat terpancar dari wajah mereka saat melaksanakan sholat Dhuha dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Guru-guru juga turut serta mendampingi dan membimbing siswa dalam setiap kegiatan keagamaan ini. Mereka memastikan bahwa setiap siswa dapat menjalankan ibadah dengan baik dan benar.
Lingkungan sekolah yang kondusif menjadi faktor pendukung keberhasilan program ini. Suasana yang tenang dan damai memungkinkan siswa untuk lebih khusyuk dalam beribadah dan belajar.
Selain Sholat Dhuha dan tadarus, UPTD SDN 2 Haurgeulis juga kerap mengadakan kegiatan keagamaan lainnya. Di antaranya adalah peringatan hari besar Islam, pesantren kilat, dan bakti sosial.
Semua kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi siswa. Pendidikan di UPTD SDN 2 Haurgeulis tidak hanya fokus pada aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral.
Pihak sekolah berharap, dengan pembiasaan ini, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Orang tua siswa pun menyambut baik inisiatif sekolah ini. Banyak orang tua yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan keagamaan rutin di sekolah, sehingga pengawasan moral anak di rumah bisa lebih selaras.
Dukungan dari komite sekolah dan masyarakat sekitar juga menjadi kekuatan tersendiri bagi UPTD SDN 2 Haurgeulis dalam menjalankan program-programnya.
Upaya menanamkan karakter religius sejak dini di UPTD SDN 2 Haurgeulis ini menjadi contoh positif bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Indramayu. Ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang luhur.
Kegiatan Sholat Dhuha dan tadarus pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak. Dengan pondasi spiritual yang kuat, diharapkan mereka dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.
Semangat kebersamaan dan ketakwaan yang ditanamkan sejak dini ini kelak akan membentuk kepribadian yang tangguh dan berintegritas.
UPTD SDN 2 Haurgeulis terus berinovasi dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para siswanya, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai luhur dan moralitas.
Baca juga : Sapi Kurban Mengamuk di Indramayu, Begini Akhirnya
Melalui pembiasaan yang konsisten, diharapkan nilai-nilai religius ini akan tertanam kuat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.





