KabarDermayu.com – Nama Indri Wahyuni menjadi sorotan publik setelah penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kontroversi muncul terkait responsnya terhadap tim dari SMAN 1 Pontianak.
Pasca insiden tersebut, kehidupan Indri Wahyuni terus menjadi perhatian publik. Baru-baru ini, beredar tangkapan layar status WhatsApp yang diduga miliknya di media sosial. Akun dalam tangkapan layar tersebut teridentifikasi sebagai “Bu Indri MPR”.
Salah satu status yang paling menarik perhatian adalah mengenai endorsement dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Pemilik akun diduga menyatakan keinginannya untuk membuka endorsement demi menambah pundi-pundi kekayaannya.
“Mau open endorse ah, biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang,” demikian isi status WhatsApp yang diduga ditulis Indri, seperti dikutip dari akun Instagram @pres_ung pada Kamis, 14 Mei 2026.
Baca juga: OJK Pastikan Klasifikasi Pasar Saham Indonesia Tetap Sama oleh MSCI
Status WhatsApp tersebut juga memuat kalimat yang terkesan memancing emosi pembacanya.
“Hayo yang iri makin panas, ngeledikn gw ga akan biking gw jatuh. At the end u will always have me kata misua (suami),” bunyi status WhatsApp lain yang diduga ditulis oleh Indri.
Pada status WhatsApp lainnya, Indri Wahyuni diduga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang mengenalnya lebih dekat.
“Cuma mau mengucapkan ‘terima kasih’ untuk orang-orang yang tau siapa gw yang ketawa liat komenan netizen yang ngawur dan marah liat ledekan mereka. U Know who you are. Tks semuanya,” demikian pesan yang tertulis.
Indri Wahyuni menjadi sorotan publik usai polemik dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai juri, Indri menuai kecaman keras publik atas responsnya terhadap tim SMAN 1 Pontianak.
Polemik ini berawal ketika jawaban tim SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri. Namun, jawaban yang sama kemudian dinyatakan benar ketika disampaikan oleh tim lain. Tim SMAN 1 Pontianak saat itu mengajukan protes.
Di tengah perdebatan tersebut, Indri memberikan penjelasan mengenai penilaian juri yang berkaitan dengan aspek artikulasi jawaban.
“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya. artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya. Kalau menurut kalian sudah (benar), tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus 5,” jelasnya.





