Strategi GAPKI Pertahankan Posisi RI sebagai Raja Sawit Dunia

oleh -4 Dilihat
Strategi GAPKI Pertahankan Posisi RI sebagai Raja Sawit Dunia

KabarDermayu.com – Menjaga posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar minyak sawit dunia di tengah tantangan global yang dinamis menuntut langkah Strategis yang lebih konkret. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kini menekankan bahwa kunci utama untuk mempertahankan dominasi tersebut terletak pada penguatan produktivitas di tingkat akar rumput, yakni petani plasma dan swadaya.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan bahwa sektor kelapa sawit telah membuktikan diri sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Bahkan di masa-masa sulit, industri ini tetap mampu menjadi penyangga devisa negara yang signifikan sekaligus menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja yang masif.

Dalam ajang 9th Borneo Forum 2026 yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu, 9 Agustus 2026, Eddy memaparkan bahwa industri sawit tetap tangguh meski diterpa berbagai krisis. Sebagai catatan, selama masa pandemi, sektor ini menyumbang devisa hingga 39,2 miliar dolar AS, sebuah angka yang menunjukkan betapa vitalnya peran sawit bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

Strategi Akselerasi Produktivitas Rakyat

Salah satu instrumen utama yang menjadi perhatian GAPKI adalah percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program yang bersinergi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini dipandang sebagai solusi untuk mengatasi stagnasi produktivitas di lahan-lahan milik rakyat.

Melalui program PSR, petani tidak hanya mendapatkan akses terhadap benih unggul, tetapi juga pendampingan teknis dan penerapan teknologi perkebunan modern. Langkah ini diharapkan mampu menutup kesenjangan produktivitas antara kebun perusahaan besar dengan kebun rakyat, sehingga output nasional dapat meningkat secara merata.

“Masa depan industri kelapa sawit akan semakin kuat apabila bertumpu pada tiga hal, yaitu ketahanan dalam menghadapi perubahan, keberanian menghadirkan inovasi, dan kemampuan melakukan transformasi,” ujar Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, dalam kesempatan yang sama.

Transformasi Hilirisasi dan Dukungan Daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan industri hilir berbasis sawit. Fokusnya adalah menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak investasi dan memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat lokal.

Senada dengan hal tersebut, Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Timur, Rachmat Perdana Angga, menambahkan bahwa Borneo Forum berfungsi sebagai katalisator kolaborasi. Pertemuan ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks di masa depan.

Tren Positif Kinerja Ekspor dan Produksi

Optimisme para pelaku industri sawit bukannya tanpa alasan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Tercatat, nilai ekspor CPO dan turunannya pada periode Januari–Februari 2026 mencapai 4,69 miliar dolar AS. Angka ini mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 26,40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain nilai, volume ekspor juga mengalami pertumbuhan pesat, yakni dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton. Pencapaian ini didukung oleh peningkatan produksi secara nasional. Berdasarkan rilis resmi GAPKI pada 13 Maret 2026, produksi CPO Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai 51,66 juta ton, yang berarti ada kenaikan sebesar 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, total produksi CPO dan Palm Kernel Oil (PKO) pada 2025 mencapai 56,55 juta ton. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa fundamental industri kelapa sawit Indonesia masih sangat kuat. Dengan fokus pada peremajaan lahan rakyat dan penguatan industri hilir, Indonesia diharapkan tetap mampu memegang kendali pasar sawit global di masa depan.

Adapun rangkaian 9th Borneo Forum yang digelar pada 5-8 Agustus 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti turnamen golf, konferensi internasional, pameran industri, hingga kegiatan olahraga GAPKI Run sebagai bentuk perayaan atas kemajuan sektor ini.