KabarDermayu.com – Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, menegaskan peran vital perguruan tinggi yang seharusnya tidak terisolasi dari masyarakat. Ia menolak pandangan bahwa kampus hanya menjadi menara gading atau kehilangan jati diri akibat tuntutan eksternal yang tidak sesuai dengan fungsi akademiknya.
“Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kampus harus menjadi jantung perubahan. Ia ruang bagi lahirnya ide sekaligus laboratorium solusi. Suatu pusat bagi lahirnya generasi yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap memimpin perubahan,” ujar Sudirman saat memberikan pidato pada acara wisuda perdana UHN di Tegal, Jawa Tengah, pada Rabu, 6 Mei 2026.
Sudirman menekankan pentingnya hakikat perguruan tinggi dan tanggung jawab kaum terdidik. Baginya, ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan bukanlah milik pribadi semata, melainkan sebuah amanah yang menuntut pertanggungjawaban moral.
“Ilmu yang Saudara-Saudara peroleh bukanlah milik pribadi semata. Itu amanah. Harus digunakan untuk membangun, bukan untuk meruntuhkan. Untuk menerangi, bukan untuk menyesatkan. Untuk memuliakan kehidupan, bukan sekadar mengejar kepentingan pribadi. Di situlah letak nilai sejati seorang lulusan UHN,” tegas Sudirman.
Untuk mewujudkan gagasan kampus sebagai pusat solusi, Sudirman memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah diimplementasikan UHN, meskipun usianya belum genap satu tahun. Kampus ini merupakan hasil penggabungan antara Politeknik Harapan Bersama dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Tegal.
Baca juga: 4 Zodiak Beruntung Besok, Rezeki Melimpah Datang Tepat Waktu
UHN telah menjalin berbagai kerja sama strategis dengan sejumlah pihak. Selain itu, Sudirman juga berencana membentuk pusat-pusat kajian yang berfungsi sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan budaya ilmiah, memperkuat nalar kritis, dan menghasilkan solusi bagi permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Pusat-pusat kajian ini bukan sekadar nama, melainkan ruang strategis untuk menumbuhkan budaya ilmiah, memperkuat nalar kritis, dan melahirkan solusi bagi persoalan nyata masyarakat. Kami akan terus berupaya agar universitas ini menjadi tempat ilmu tidak berhenti pada teori, tapi jadi solusi berkemanfaatan,” jelas Sudirman.
Lebih lanjut, Sudirman menegaskan komitmen UHN untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Hal ini diwujudkan melalui program Beasiswa Nusantara yang menjangkau mahasiswa dari 12 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Sulawesi Barat. UHN juga berencana meluncurkan program Beasiswa ASEAN dalam waktu dekat.
Dalam pesannya kepada para lulusan, Sudirman menitipkan tiga bekal penting. Ketiga bekal tersebut adalah kemampuan kepemimpinan masa depan, kontribusi nyata bagi masyarakat, serta kebanggaan dalam menjaga nama baik almamater.
“Lulusan disebut ‘baik’, itu bukan yang berhasil mengangkat dirinya saja, tapi juga yang mampu mengangkat derajat orang lain, membangun komunitasnya, dan memberi arti bagi bangsanya. UHN tidak hanya ingin melahirkan sarjana dan para ahli, tapi juga insan yang mampu menjadi cahaya di tengah lingkungannya,” pungkas Sudirman.





