KabarDermayu.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas membantah keterlibatan dirinya dalam isu penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang belakangan beredar di ruang publik. Bahlil menegaskan bahwa tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan pertemuan rahasia sebelum penangkapan tersebut adalah sebuah narasi yang tidak berdasar dan merugikan marwah partai.
Dalam agenda pelantikan DPD Golkar Maluku pada Sabtu (7/11/2026), Bahlil menyampaikan kekecewaannya terhadap penyebaran informasi yang dianggapnya sebagai upaya penggiringan opini negatif. Ia menilai bahwa tuduhan tersebut memiliki dampak yang serius dan berbahaya, setara dengan tindakan penyadapan itu sendiri.
“Ini berbahaya tuduhan-tuduhan ini. Menurut saya, tuduhan ini sama kuatnya dengan melakukan penyadapan. Apa maksudnya memberikan berita-berita yang kurang bagus? Membangun persepsi macam-macam, ini menurut saya tidak sehat,” tegas Bahlil di hadapan para kader.
Bahlil, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri ESDM sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, menduga ada pihak-pihak yang mencoba menguji soliditas Partai Golkar. Terlebih, saat ini Partai Golkar tengah menunjukkan tren positif dengan elektabilitas yang stabil di kisaran 10,5 hingga 13 persen dalam berbagai survei nasional.
Mantan Ketua Umum HIPMI ini menekankan bahwa narasi yang menghubungkan dirinya dengan praktik penyadapan sangat tidak logis. Ia justru mengaku sebagai pihak yang juga mengalami penyadapan, sehingga tuduhan tersebut dianggapnya sebagai upaya kreatif yang keliru dari pihak penyebar hoaks.
Untuk mengakhiri polemik ini, Bahlil menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bareskrim Polri dalam mengusut kasus penyadapan secara menyeluruh. Ia mempersilakan aparat penegak hukum untuk membuka fakta-fakta terkait pertemuan yang dituduhkan kepadanya, karena ia merasa tidak pernah menghadiri rapat yang dimaksud.
Terkait langkah selanjutnya, Bahlil memberikan ultimatum tegas bagi pihak-pihak yang terus menyebarkan informasi tanpa bukti. Ia memberikan tenggat waktu selama 3 x 24 jam bagi pihak terkait untuk melakukan klarifikasi. Jika tidak diindahkan, Bahlil memastikan akan menempuh jalur hukum melalui somasi.
Bahlil mengingatkan kepada seluruh kader Partai Golkar agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur selangkah pun dalam menjaga kehormatan partai dari pihak yang ingin merusak kekompakan internal.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait pernyataan Bahlil Lahadalia:
Hingga saat ini, belum ada pihak yang secara resmi mengakui atau memberikan bukti terkait pertemuan yang dituduhkan kepada Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Bahlil berharap agar proses hukum yang transparan dapat segera mengungkap kebenaran di balik isu yang beredar, sehingga tidak ada lagi spekulasi yang merugikan pihak manapun.








