TNI Eks Pasukan Perdamaian PBB Ngamuk ke Bea Cukai Akibat Tas Dibongkar dan Barang Hilang

oleh -5 Dilihat
TNI Eks Pasukan Perdamaian PBB Ngamuk ke Bea Cukai Akibat Tas Dibongkar dan Barang Hilang

KabarDermayu.com – Seorang mantan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau peacekeeper TNI mengungkapkan kekesalannya di media sosial. Hal ini terjadi setelah ia mendapati sejumlah barang pribadinya hilang dari paket yang dikirim dari Sudan setibanya di Indonesia.

Unggahan dari akun Threads bernama Shinta Eka tersebut menjadi viral dan menarik perhatian publik. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan barang kiriman internasional serta efektivitas pengawasan di jalur impor.

Dalam unggahannya, Shinta menyatakan kekecewaannya yang mendalam. Ia menemukan salah satu tas bagasinya dalam kondisi terbuka saat paket tiba di Indonesia. Padahal, menurut pengakuannya, tas tersebut telah dibungkus dengan rapat menggunakan wrap dan kabel ties sebelum dikirim dari Sudan melalui jasa DHL.

“Sebelumnya enggak pernah sekesal dan semarah ini sampai harus nulis di publik. Tapi ini harus speak up, biar Bea Cukai enggak jadi sarang maling,” tulis Shinta, seperti dikutip pada Senin, 18 Mei 2026.

Shinta menjelaskan bahwa ia baru saja menyelesaikan masa tugasnya sebagai peacekeeper individu di Sudan. Sebagai personel misi perdamaian PBB, ia mendapatkan fasilitas pengiriman bagasi melalui DHL dengan kuota hingga 100 kilogram.

Baca juga: Veda Ega Naik ke Peringkat 5 Klasemen Moto3

Ia mengaku mengirimkan total sekitar 86 kilogram barang. Isi paket tersebut meliputi perlengkapan pribadi, seragam tugas yang digunakan selama setahun, serta berbagai suvenir dari beberapa negara yang pernah dikunjunginya. Namun, ketika paket diterima di Indonesia, ia mendapati salah satu tas besarnya sudah dalam keadaan terbuka.

Shinta menduga ada beberapa barang di dalam tas tersebut yang hilang. “Dan benar dugaan saya, barang-barang saya hilang beberapa,” ungkapnya.

Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain sebuah tumbler Starbucks dari Spanyol, minyak argan, dan minyak kayu putih berbentuk kristal. Minyak kayu putih tersebut rencananya akan diberikan kepada ibunya.

Unggahan Shinta ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan tingkat keamanan barang kiriman internasional dan proses pengawasan yang dilakukan di jalur impor.

Menanggapi viralnya keluhan tersebut, pihak Bea Cukai memberikan klarifikasi mengenai proses masuknya barang kiriman milik Shinta. Dalam keterangannya, Bea Cukai menyatakan bahwa barang dengan nomor Air Waybill (AWB) 537955* masuk melalui jalur hijau.

Jalur hijau berarti barang tersebut tidak dilakukan pemeriksaan fisik. “Barang masuk ke jalur hijau sehingga tidak dilakukan pemeriksaan fisik barang,” demikian tulis Bea Cukai melalui akun Instagram mereka, @beacukairi.

Bea Cukai juga menjelaskan bahwa dokumen dan barang tersebut dilaporkan oleh jasa kiriman pada tanggal 15 April 2026. Proses penelitian dilakukan pada 17 April 2026, dan customs clearance selesai pada hari yang sama.

Pihak Bea Cukai memastikan bahwa tidak ada pungutan bea masuk maupun pajak impor yang dikenakan. Hal ini dikarenakan barang tersebut mendapatkan fasilitas sebagai barang pindahan. Terkait dugaan kehilangan atau kerusakan barang, Bea Cukai mengarahkan pemilik barang untuk berkoordinasi langsung dengan jasa kiriman.

Jasa kiriman tersebut bertindak sebagai kuasa impor dari pemilik barang. “Apabila terhadap keluhan barang hilang/rusak, dapat dikonsultasikan langsung ke jasa kiriman selaku kuasa impor dari pemilik barang,” tegas Bea Cukai.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Bea Cukai dan perusahaan logistik DHL, Shinta diketahui telah menghapus unggahan keluhannya tersebut.